Kamis, 18 Juni 2015

ODOK 1: Serba-Serbi Ramadhan


Ramadhan tiba ... Ramadhan tiba ....
Marhaban ya Ramadhan ... marhaban ya Ramadhan .... (dibacanya pakai nada lagu ya .... )

Alhamdulillah, Allah masih memberi kita kesempatan tuk berjumpa dengannya.
Bulan penuh rahmat dan ampunan tlah tiba.

Jika tidurnya saja berbuah pahala, dengan aktivitas kebaikan pastilah pahala kan berlipat ganda. Mencoba memaksimalkan ibadah di bulan mulia, barangkali ini Ramadhan terakhir bagi kita. Meraih sebanyak-banyaknya pahala, tuk dapatkan rahmat dan ampunan-Nya.

Mari memakna puasa Ramadhan tak sekedar menahan lapar dan dahaga. Tapi berjuang tuk tingkatkan iman, tinggalkan aktivitas yang tak berguna.

Menjalankan segala yang diperintahkan-Nya, menjauhi segala yang dilarang tuk raih derajat taqwa.

Tarawih, sahur dan berbuka adalah hal yang istimewa, jika kita tak hanya menganggapnya aktivitas rutin biasa. Bukan hanya sekedar kita mau tarawih dimana, makan sahur pakai apa, juga hidangan yang berlimpah kala berbuka. Namun,  di dalamnya banyak ada banyak hikmah, jika kita mau menggalinya.

Masihkah ingatkah tentang dua kebahagiaan bagi orang yang berpuasa?
Yaitu ketika waktu berbuka tiba juga kelak kala berjumpa dengan-Nya. Karena puasa adalah ibadah untuk-Nya yang kelak Allah sendiri yang menilai, sebaik apa kadar puasa kita.


Mumpung masih di awal bulan, bagi yang belum punya target Ramadhan, segera dibuat ya!
Untuk memacu semangat diri agar tetap ON sampai akhir bulan nanti.


Yuk, jadikan awal Ramadhan tuk semangat menempa diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

#RamadhanProduktif

Sabtu, 13 Juni 2015

Jika Butuh Dicari, Lain Hari Tak Peduli


"Jika butuh dicari, lain hari tak peduli."

Pernahkah terbersit sebuah kalimat itu di hatimu?

Sebagai seorang manusia biasa, tentulah kalimat itu pernah muncul dalam hati.
Hanya saja yang membedakan bagaimana sikap diri dalam menghadapi kala kalimat itu sesekali timbul di hati.

Membenarkan kalimat tersebut, kemudian mencari-cari alasan yang menguatkan.
Ataukah mencari seribu alasan untuk tetap berpikir positif yang menenangkan.

Kala kita memilih membenarkan kalimat tersebut, maka kita harus melihat keikhlasan dalam hati kita kala berbuat kebaikan. Demi-Nya atau demi manusia.

Jika yang kita pilih adalah untuk tetap berpikir positif, maka ketenangan akan hadir dalam hati kita. Karena tiap kebaikan yang dilakukan adalah karena-Nya.

So, tak perlu lagi merasa sendiri.
Bukankah Allah selalu menyertai?
Barangkali yang terjadi adalah sebaliknya, di luar sana banyak orang yang butuh tuk diperhatikan.
Orang tua, keluarga, sahabat seperjuangan dan masih banyak yang lainnya.

Tetaplah berpikir positif untuk tiap hal yang menghampiri.
Yakinlah, Allah tak kan menguji di luar kesanggupan hamba-Nya.

Semangat!

Sabtu, 06 Juni 2015

Nama-nama Surga dan Calon Penghuninya

Setiap muslim pasti tak asing dengan kata surga. Sebuah tempat indah yang banyak diceritakan di dalam Al-Qur'an sebagai balasan bagi orang-orang yang beriman dan berbuat kebaikan.

Berikut ini merupakan nama-nama surga, tingkatan dan para calon penghuninya:

1.   Surga Firdaus diciptakan oleh Allah SWT dari emas. Calon penghuninya dijelaskan dalam Surat 23/Al-Mukminun ayat 1- 11, ialah:
a.   orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya,
b.   orang-orang yang memelihara sholat,
c.   orang-orang yang berpaling dari pekerjaan yang sia-sia.
d.   orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali kepada istri-istri mereka
 
2.   Surga Adn diciptakan oleh Allah SWT dari intan putih. Calon penghuninya, ialah:
a. Orang-orang yang sabar karena mencari keridhoan Tuhan- nya, mendirikan sholat dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan. (QS. 13IAr Ro’du: 22-24)
b. Orang yang bertaubat, beriman, dan beramal saleh. (QS. 19/ Maryam: 60-61)
c.  orang-orang yang benar-benar bertakwa. (QS. 38/Shod: 49- 50)
 
3.   Surga Na’im diciptakan oleh Allah SWT dari perak putih. Calon penghuninya, ialah:
a. orang-orang yang beriman dan beramal saleh (QS. 31/ Luqman: 8)
b. orang-orang yang bertakwa (QS. 68/Al-Qolam: 34)
 
4.   Surga Ma’wa diciptakan oleh Allah SWT dari zamrud hijau. Calon penghuninya, ialah:
a. orang-orang yang bertakwa kepada Allah SWT (QS. 53/An- Najm: 15)
b. orang-orang yang benar-benar beriman dan berawal saleh. (QS 32/As-Sajdah: 19)
c. orang-orang yang takut kepada kebesaran Allah SWT dan menahan diri dari hawa nafsu yang buruk. (QS. 79/An- Nazi’at: 40-41)
 
5.  Surga Darussalam diciptakan oleh Allah SWT dari yakut merah. Calon penghuninya sebagaimana yang diterangkan dalam Surat Al-An’am ayat 127, ialah:
a. orang-orang yang kuat iman dan islamnya;
b. orang-orang yang memperhatikan ayat-ayat Al-Qur’an dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari karena Al­lah SWT.
 
6.    Surga Darul Muqomah diciptakan oleh Allah SWT dari permata putih. Calon penghuninya, ialah orang-orang yang kebaikannya amat banyak dan sangat jarang berbuat kesalahan.
7.  Surga Al-Maqomul Amin diciptakan oleh Allah SWT dari emas. Calon penghuninya, ialah orang-orang yang keimanannya telah mencapai tingkat muttaqin, yakni orang-orang yang benar- benar bertakwa kepada Allah.
8. Surga Khuldi diciptakan oleh Allah SWT dari marjan merah dan kuning. Calon penghuninya, ialah orang-orang yang taat menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. (QS. 25/Al-Furqon: 15).

Mari berkaca, sejauh mana kriteria diri kita untuk mendapatkan surga-Nya? 
Semangat memperbaiki diri, semoga kelak kita menjadi salah satu penghuninya. Aamiin. 

Selasa, 02 Juni 2015

Sesosok Pejuang


Hadirnya bawa kebaikan
Kala raga melemah, masih saja ia sempatkan
Bertanya kabar, tentang sebuah gerakan kebaikan
Dari raut wajahnya, tak sedikit pun terbersit kelelahan
Meski ku tahu, ia butuh ketenangan

Di sela aktivitasnya yang menggunung
Ia bahkan masih saja rajin berkunjung
Ke seantero rumah-rumah peradaban bersenandung
Alasannya, jika bukan diri kita yang bergerak, siapa lagi yang kan berjuang?
Meski kutahu tentang dirinya, tentang citanya ia butuh waktu tuk merenung

Tapi yang kutahu, ia tegar
Tak nampak sedikitpun rasa gentar
Barangkali ia telah terlatih sabar
Menebar manfaat, panggilan hati bergetar
Hanya berharap segala peluh, kelak dengan ridho-Nya kan terbayar 

***
Saudariku
Banyak hal yang kupelajari darimu, tentang kesungguhan, kesabaran, dan harapan tuk menjadikan sekitar menjadi lebih baik.
Semoga kesehatan dan keberkahan dari-Nya selalu terlimpah untukmu.

Sabtu, 16 Mei 2015

Lirik Ost Hafalan Shalat Delisa - Lagu Ibu (Rafly & Chantiq)



Lembut kukenang, kasihmu ibu
di dalam hati ku kini menanggung rindu
kau tabur kasih seumur masa
bergetar syahdu, ooh di dalam nadiku

Sembilan bulanku dalam rahimmu
bersusah payah, oh ibu jaga diriku
sakit dan lelah tak kau hiraukan
demi diriku, oh ibu buah hatimu

Tiada ku mampu, membalas jasamu
Hanyalah do’a oh di setiap waktu
Oh ibu tak henti kuharapkan do’amu (2x)
mengalir di setiap nafasku (2x)
Ibuuuuuuuuuuuuuu……….. (3x)

Lembut kukenang, kasihmu ibu
Di dalam hati ku kini menanggung rindu
Engkau tabur kasih seumur masa
Bergetar syahdu oh di dalam nadiku

Indah bercanda denganmu ibu
Di dalam hati ku kini slalu merindu
Sakit dan lelah tak kau hiraukan
Demi diriku, oh ibu buah hatimu

Tiada ku mampu, membalas jasamu
Hanyalah doa oh di setiap waktu
Oh ibu tak henti kuharapkan doamu (2x)
Mengalir di setiap nafasku (2x)
Ibuuuuuuuuuu…….. (3x)


“Allahummaghfirlii waliwaa lidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa”





Sweet memories with my beloved Family's @ Goa Kiskendo











Jumat, 15 Mei 2015

Makna sebuah pertemuan




Karena hidup tak melulu soal harta, tapi juga rasa


Yang kan terbingkai sempurna hanya dalam sebuah hangatnya bincang
Dalam sebuah perjumpaan

Karena ada hal yang tak bisa diungkap hanya lewat pesan suara

Bersyukur untuk tiap kesempatan yang masih Ia beri
tuk berjumpa dengan keluarga


Smg, 160515

Rabu, 13 Mei 2015

Renungan Senja

Senja ....
Hadirnya selalu membawa aura kehangatan
Lewat semburat sinarnya dari balik birunya awan
Menelisik, masuk dalam ruang, mencipta renungan

Jika menurut orang lain, saat ini hidupmu masih biasa, tak ada yang bisa dibanggakan
Maka tak perlu kau risaukan, sebab bahagiamu hadir dari sepotong syukur yang kau hadirkan

Jika hingga detik ini kau merasa bukan apa-apa, bukan siapa-siapa
Maka tak perlu sedih kau hadirkan, sebab yang terpenting adalah belajar menjadi sebaik-baik hamba-Nya

Tak perlu resah, tak perlu gelisah karena ucapan yang orang lain hadirkan
Hiasi hari dengan rentetan aktivitas kebaikan, hadapi dengan senyum, penuh keikhlasan


Sebab bagian terpenting dalam hidup, bukan tentang kamu menjadi apa.
Tapi, seberapa banyak manfaat yang sudah kau sebarkan pada sesama.
Juga seberapa banyak amal ibadah yang sudah kau persiapkan untuk menghadap-Nya.

#kepingPuzzle