Jumat, 25 Maret 2016

Laboratorium Biologi UNNES Gelar Pelatihan Cipta Kriya Tulang Daun



nikenharenabio.blogspot.com- Laboratorium Biologi Universitas Negeri Semarang (UNNES) menggelar pelatihan Cipta Kriya Tulang Daun, Sabtu 19 Maret 2016, pukul 07.30-16.15 WIB, di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan. Ketua panitia Prof. Dr. Amin Retnoningsih, M.Si., mengatakan, pelatihan ini terbuka untuk umum, khususnya mahasiswa dan alumni jurusan Biologi.
 
"Pelatihan ini digelar karena masih sedikitnya orang yang tahu tentang manfaat dan cara pengolahan sampah daun sebagai kerajinan tangan.," kata Amin. "Banyak orang yang menganggap daun hanya sebagai sampah yang harus disingkirkan." 

Dijelaskan, peserta pelatihan akan diberikan wawasan dan keterampilan tentang teknik pembuatan tulang daun, desain dan kreasi produk tulang daun, dan teknik kreasi resin.

"Dalam pelatihan ini juga dibahas bagaimana menghasilkan produk yang baik dan menarik, sehingga selain bisa sebagai sarana menyalurkan hobi namun dapat menghasilkan uang," terang Amin seraya menambahkan, peserta akan mendapatkan materi pelatihan yang akan dikirim via e-mail. (NH)

Senin, 15 Februari 2016

Lelahmu untuk apa? Untuk siapa?

Lelah. Sebuah kata yang menyiratkan sebuah kepenatan, sebuah kebosanan, barangkali penyebab hadirnya lelah itu karena sibuknya aktivitas kebaikan bukan karena-Nya. Mungkin sama-sama melakukan aktivitas yang positif, namun jika niatnya sudah berbeda. Hasil akhirnya pun bisa berbeda.  

Lelah karena sibuk dalam aktivitas kebaikan karena-Nya tak kan lama. Ia hanya butuh istirahat sejenak, untuk melemaskan otot-otot yang tegang, bermohon dan bermunajat pada-Nya. 

Lelah karena tujuan selain-Nya, bisa saja ia tak segera hilang. Berhari-hari, semakin menumpuk, hingga akhirnya menyesakkan dada. Membuatnya ingin segera mengakhiri aktivitas yang biasa ia lakukan. 

So, pastikan tiap langkah kebaikan hanya karena-Nya, hanya untuk-Nya, bukan karena ingin dinilai ataupun dilihat oleh manusia lainnya. 

#selfreminder
#kepingpuzzle

Minggu, 31 Januari 2016

Merenungi nikmat-Nya, yang sering kali tak kita sadari

Apa yang terlintas dipikiran kita kala mendengan kata "nikmat"?
Kegembiraankah? Rizki yang banyakkah? Atau berbagai kesuksesan dalam karir?
Adakah yang punya pendapat lain?
Silakan dijawab dalam hati masing-masing.

Seringkali kita fokus pada nikmat yang menurut kita besar, lantas kemudian baru kita mengucap syukur pada-Nya. Seakan-akan baru kali itu saja merasakan kenikmatan dari-Nya.

Mari kita merenung sejenak.
Tenangkan hati dan pikiran, kemudian rasakan hembusan angin di sekitar kita, hirup segarnya udara, edarkan pandangan di sekeliling kita. Apa yang terlihat? Tanaman nan hijaukah? Anak-anak yang tengah berlarian dengan riang, atau keluarga yang tengah larut dalam hangatnya bincang?
Lihat dan rasakan lebih dekat, tubuh kita, tangan kita, mata kita, mulut kita, telinga kita, juga kaki kita, adakah ia berfungsi sebagaimana mestinya? Ketika semua itu masih berfungsi dengan baik, maka kita bisa beraktivitas, menjalankan rencana yang telah tersusun.

Setelah melihat dan merasakan itu semua, kini apa yang terlintas dalam pikiran kita?
Nikmat. Ya, hal-hal yang kita anggap biasa setiap harinya, ternyata adalah sebuah nikmat, sebuah karunia yang luar biasa. Bayangkan saja, ketika salah satu organ atau pun anggota tubuh kita tengah sakit, tak mampu berfungsi dengan baik. Apa yang terjadi? Kita tak akan bisa beraktivitas dengan baik, sebagaimana ketika sehat.

Semoga kita tersadar bahwa ternyata manusia adalah makhluk yang begitu lemah tanpa nikmat dan karunia-Nya. Sudah sepantasnya kita bersyukur pada-Nya atas setiap nikmat yang masih Ia beri hingga detik ini, yang bahkan mungkin kita lupa untuk memintanya. Alhamdulillah.

@nikenharena

Rabu, 30 Desember 2015

Langkah Merancang Resolusi? Simak yuuk...

Tahun baru kini sudah di depan mata. Banyak orang yang sejak jauh-jauh hari telah menyusun acara tuk merayakan datangnya tahun baru. Mulai dari liburan ke tempat-tempat menarik, menonton film, berbelanja, atau pesta kembang api. Namun, perlukah malam pergantian tahun hanya dilewati dengan bersenang-senang? Lantas bagaimana dengan hari-hari di tahun baru selanjutnya? Jika esok hari justru meninggalkan sholat Subuh karena ngantuk usai merayakan tahun baru semalam suntuk, dimana makna kebaruan itu?

Setiap orang pasti menginginkan untuk bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Untuk itu diperlukan sebuah resolusi atau target-target hidup yang akan dicapai selama setahun kedepan. Pergantian tahun menjadi salah satu momentum tepat untuk merancang maupun merevisi target-target hidup. Mengapa? Karena suasana baru harapannya akan menimbulkan semangat yang baru pula.

Lantas bagaimanakah langkah merancang resolusi?
Yuk, simak tips dari majalah UMMI edisi Desember 2014 berikut ini:
Langkah Merancang Resolusi:
1. Tetapkan yang ngin dicapai atau ditinggalkan.
    Buat resolusi tentang apa yang betul-betul kita butuh untuk mencapainya atau yang ingin kita lepas dari  diri kita. Jangan lupa menetapkan rencana jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjangnya.
2. Jangan ikut-ikutan resolusi orang lain meskipun terlihat keren.
3. Bernilai.
    Pastikan ada nilai penting dalam resolusi yang kita canangkan.
4. Sedikit dan mampu dicapai.
    Jangan terlalu banyak, satu saja mungkin lebih baik jika memang mampu dicapai.
5. Tetapkan standar atau ukuran yang ingin diraih dan batasan waktu mencapainya.
6. Lakukan evaluasi berkala.
7. Banyak berdoa dan istighfar agar Allah menurunkan pertolongan-Nya.

Setelah tahu tipsnya, bagi yang belum membuat, yuk mulai merancang revolusi apa yang akan kita lakukan di tahun baru nanti.  Semoga bermanfaat.

Rabu, 18 November 2015

"Hadapilah"

"Hadapilah"
~Shoutul Harokah~

Walau hujan badai kan terus melanda
Walau amuk gelombang tak henti menerjang
Walau terang mencegah, walau mentari kan membakar
Jangan letih menapaki kehidupan

Ujian bagaikan terik sinar sang surya
Hadir kedunia bersama berjuta karunia
Janganlah bertekuk lutut dalam pelukan putus asa
Janganlah bersimpuh dihadapan duka

Hadapilah segala tantangan
Sambutlah harimu dengan suka cita
Hadapilah segala ujian
Dalam kesulitan pasti ada kemudahan

Sabtu, 03 Oktober 2015

Perumpamaan Orang Beriman yang Membaca Al-Qur'an




"Perumpamaan orang beriman yang membaca Al-Qur'an bagaikan utrujah (sejenis jeruk) yang aromanya harum dan rasanya manis. Perumpamaan seorang mukmin yang tidak membaca Al-Qur'an seperti kurma, tidak ada aromanya tetapi rasanya manis. Adapun perumpamaan orang munafik yang membaca Al-Qur'an bagai raihanah (semacam bunga kenanga), aromanya harum tetapi rasanya pahit. Perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur'an bagai buah handzalah (antawali atau pare), tidak ada aromanya dan rasanya pahit." (HR Muttafaqun 'Alaih)

Minggu, 27 September 2015

September: Hujan Pertama


Malam telah menjelang
Selepas menunaikan kewajiban, bersujud pada-Nya
Sayup-sayup terdengar rintik hujan
Menggetarkan suasana
Setelah cukup lama menanti hadirnya

Desir angin sepoi-sepoi menyejukkan raga,
kala hawa panas memenuhi seantero ruang
Harum petrichor begitu menentramkan
Berharap rahmat-Nya tiba,
tepat kala rintiknya jatuh menyapa bumi

Allahumma shoyyiban naafi'an ....

Smg, 27 Sept '15