Waktu seakan terjeda.
Tentang masa depan, tentang harapan, semua buram.
Sahabat, adakah yang pernah merasakan?
Rongga dada terasa begitu sesak, seakan penuh oleh sesuatu.
Namun tak tahu itu apa.
Apakah rasa syukur yang kurang?
Rasa ikhlas yang terkikis?
Ataukah apa?
Ketika hati harus berkorban,
hanya demi menimbun prasangka manusia.
Oh Allah, hanya pada-Mu tempat berharap.
Semoga ada keajaiban.
Engkaulah sebaik-baik penjaga.
Tolong jauhkan dari segala mara bahaya.
Kuatkan dan berikan kesabaran pada hambaMu dalam menapaki tangga kehidupan.
Maaf setulus hati, pada jiwa-jiwa yang mungkin tersakiti.
Tolong ikhlaskan segala salah, dan ingatkan ketika lupa.
Tentang kematian, ataukah kebahagiaan yang kan menyapa lebih dulu.
Hanya Engkau yang Maha Mengetahui.
Semoga kalimat Laa illa ha illallah yang terucap, sebagai penutup kehidupan yang sementara ini.
Kehidupan laksana puzzle, tersusun atas kepingan-kepingan yang saling melengkapi, yang gambar indahnya tak kan sempurna jika ada salah satu keping yang hilang.
Minggu, 06 Mei 2018
Rabu, 27 September 2017
Perbanyak Syukur Atas TitipanNya #2
Segala apa yang melekat pada diri.
Begitu juga dengan apa yang kita "miliki."
Sejatinya semua itu hanyalah titipan dariNya.
Seperti yang kita tahu,bahwa sebuah titipan bukanlah milik kita sepenuhnya.
Mungkin saja kita diberi kesempatan untuk sementara waktu.
Namun titipan tetaplah titipan, yang kelak pasti kan diambil oleh pemiliknya.
Pertanyaannya, selama titipan itu ada pada kita, untuk apa kan kita gunakan?
Seperti halnya tubuh yang kita "miliki" bahwa sebetulnya itu pun hanya sebuah titipan.
Memanfaatkan segala titipan untuk kebaikan atau merusaknya dengan keburukan, semua itu akan dimintai pertanggungjawabannya.
Kita boleh saja memilih, namun sebagai bentuk rasa syukur kita, alangkah lebih baik jika digunakan untuk hal-hal yang baik, sebagai wujud syukur kita atas nikmatNya. Mematuhi perintahNya dan menjauhi laranganNya. Hingga kelak ketika tiba saat titipan itu akan diambil oleh pemiliknya, maka kita tak kan kesulitan jika ditanya "untuk apa saja segala yang Kutitipkan padamu?"karena yang kita lakukan adalah sebuah kebaikan.
Manusia memang tak sempurna. Kita bisa saja khilaf, melakukan hal yang sebetulnya menjadi laranganNya. Jika itu terjadi, maka segeralah bertaubat. Memohon ampun padaNya. Karena Allah mencintai orang-orang yang bertaubat.
Meski sejauh apa pun kita dariNya, segeralah kembali padaNya.
Kenikmatan dunia, termasuk yang menjadi laranganNya hanyalah sementara.
Bersabarlah dan yakinlah bahwa apa yang kita tanam di dunia, maka akan kita panen di akhirat kelak.
Perbanyak syukur atas titipanNya. Sadari dalam hati, ungkapkan dengan lisan dan tunjukkan dengan perbuatan. Semua itu bisa kita amalkan dalam kegiatan ibadah sehari-hari. Ketika kita mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan, maka Allah akan menambah nimkatNya. Namun jika kita mengingkari nikmatNya, maka adzabNya sangat pedih. Untuk itu mari kita jaga ibadah harian sebagai salah satu bentuk rasa syukur kepadaNya.
Batang, 27 September 2017
Begitu juga dengan apa yang kita "miliki."
Sejatinya semua itu hanyalah titipan dariNya.
Seperti yang kita tahu,bahwa sebuah titipan bukanlah milik kita sepenuhnya.
Mungkin saja kita diberi kesempatan untuk sementara waktu.
Namun titipan tetaplah titipan, yang kelak pasti kan diambil oleh pemiliknya.
Pertanyaannya, selama titipan itu ada pada kita, untuk apa kan kita gunakan?
Seperti halnya tubuh yang kita "miliki" bahwa sebetulnya itu pun hanya sebuah titipan.
Memanfaatkan segala titipan untuk kebaikan atau merusaknya dengan keburukan, semua itu akan dimintai pertanggungjawabannya.
Kita boleh saja memilih, namun sebagai bentuk rasa syukur kita, alangkah lebih baik jika digunakan untuk hal-hal yang baik, sebagai wujud syukur kita atas nikmatNya. Mematuhi perintahNya dan menjauhi laranganNya. Hingga kelak ketika tiba saat titipan itu akan diambil oleh pemiliknya, maka kita tak kan kesulitan jika ditanya "untuk apa saja segala yang Kutitipkan padamu?"karena yang kita lakukan adalah sebuah kebaikan.
Manusia memang tak sempurna. Kita bisa saja khilaf, melakukan hal yang sebetulnya menjadi laranganNya. Jika itu terjadi, maka segeralah bertaubat. Memohon ampun padaNya. Karena Allah mencintai orang-orang yang bertaubat.
Meski sejauh apa pun kita dariNya, segeralah kembali padaNya.
Kenikmatan dunia, termasuk yang menjadi laranganNya hanyalah sementara.
Bersabarlah dan yakinlah bahwa apa yang kita tanam di dunia, maka akan kita panen di akhirat kelak.
Perbanyak syukur atas titipanNya. Sadari dalam hati, ungkapkan dengan lisan dan tunjukkan dengan perbuatan. Semua itu bisa kita amalkan dalam kegiatan ibadah sehari-hari. Ketika kita mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan, maka Allah akan menambah nimkatNya. Namun jika kita mengingkari nikmatNya, maka adzabNya sangat pedih. Untuk itu mari kita jaga ibadah harian sebagai salah satu bentuk rasa syukur kepadaNya.
Batang, 27 September 2017
Selasa, 26 September 2017
Sekeping Hari yang Baru #1
Apa yang terlintas dibenakmu saudaraku?
Ketika di sepertiga malam perlahan engkau membuka mata.
Alangkah bahagianya hati karena Allah masih memberi kesempatan tuk kembali berjumpa dengan pagi.
Mengisi keheningan malam dengan tahajud dan doa sepeuh hati. Atau malah sebaliknya?
Memilih kembali tenggelam dalam hangatnya selimut nan melenakan.
Kuharap pilihan pertamalah yang akan kita pilih.
Meski terkadang godaan begitu besar menghadang, dinginnya air dan udara yang begitu menusuk kulit terkadang membuat kita lebih asyik tuk tenggelam dalam lautan mimpi.
Namun, perlahan kita menyadari.
Bahwa Allah telah memberi sekeping hari baru.
Memberi kita kesempatan tuk menghapus kesalahan masa lalu.
Memohon ampun atas segala alpa.
Kembali berbenah menjadi insan yang senantiasa memperbaiki diri.
Oh Allah,segala puji hanya untukMu.
Begitu banyak nikmat yang Engkau curahkan, meski begitu kecil rasa syukur kepadaMu.
Batang, 26 September 2017
#harike1
Ketika di sepertiga malam perlahan engkau membuka mata.
Alangkah bahagianya hati karena Allah masih memberi kesempatan tuk kembali berjumpa dengan pagi.
Mengisi keheningan malam dengan tahajud dan doa sepeuh hati. Atau malah sebaliknya?
Memilih kembali tenggelam dalam hangatnya selimut nan melenakan.
Kuharap pilihan pertamalah yang akan kita pilih.
Meski terkadang godaan begitu besar menghadang, dinginnya air dan udara yang begitu menusuk kulit terkadang membuat kita lebih asyik tuk tenggelam dalam lautan mimpi.
Namun, perlahan kita menyadari.
Bahwa Allah telah memberi sekeping hari baru.
Memberi kita kesempatan tuk menghapus kesalahan masa lalu.
Memohon ampun atas segala alpa.
Kembali berbenah menjadi insan yang senantiasa memperbaiki diri.
Oh Allah,segala puji hanya untukMu.
Begitu banyak nikmat yang Engkau curahkan, meski begitu kecil rasa syukur kepadaMu.
Banyak sekali nikmat yang Allah berikan.
Dan bila kita mencoba
menghitungnya, maka tak akan pernah bisa.
Karena saking banyaknya nikmat
tersebut.
Dimulai sejak kita tidur kemudian bangun kembali di pagi hari.
Kita bisa
menghirup segarnya udara dengan leluasa, membuka mata dan melihat ciptaanNya,
membasuh tubuh dengan air yang sejuk, beribadah kepadaNya, bertemu dengan
orang-orang yang kita sayangi, serta menikmati segelas air minum dan sepiring
nasi lengkap dengan lauk pauknya.
Semua itu adalah nikmat yang harus kita
syukuri.
Bahkan firman Allah di dalam Al-Qur’an surat Ar-Rahman, kalimat “Fabiayyi
‘aalaa’I Rabbikuma Tukadzibaan” diulang sampai 31 kali. Ayat yang memiliki
terjemah “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” merupakan
sebuah pengingat bahwa kita, bahwa nikmatNya itu nyata, hanya saja kita yang
terkadang lupa untuk mensyukurinya. Segala puji bagiMu ya Allah atas segala
nikmat.
Wallahua’lam bishshowab.
Batang, 26 September 2017
#harike1
Minggu, 26 Februari 2017
Selasa, 31 Januari 2017
~Tentang Rasa~
Sebutir air menetes dari sudut netra
Perlahan tetesan itu semakin membuncah, menganak sungai
Dibaliknya ada hati yang ikut gerimis
Entah karena apa, hati pun tak mengerti
Ia hanya butuh mengalirkan segala rasa
Membasuh segala debu-debu dosa yang menumpuk
Meski sekejap, terkadang aliran itu membuat hatinya lapang tuk sejenak
Mengingat segala nikmat, merenungi segala khilaf
Berharap ampunan dari-Nya
***
Pecalungan, 31 Januari 2017
10:45 PM
Jumat, 18 November 2016
♡Malam Sabtu Bersama Nenek♡
Suasana malam Sabtu kali ini begitu syahdu. Nenek mampir ke rumah, sepulang dari Mushola. Sesaat kemudian, listrik padam. Musik alami menghiasi malam ini, gemericik tetes hujan dan kilat putih yang menggelegar menghiasi gelapnya malam.
Kami berbincang, ditemani nyala lilin, alhamdulillah cukup untuk menerangi wajah masing-masing. Kapan lagi kami bisa berbincang dengan santai, sementara kami tinggal di rumah yang berbeda, ya, padamnya listrik menjadi kesyukuran tersendiri.
Obrolan santai dan hangat mulai mengalir, mulai dari apa yang Nenek lakukan seharian tadi. Berlanjut tentang kondisi harga tanaman saat ini, mulai dari cabai yang harganya alhamdulillah membaik, sampai tentang nasib para petani singkong.
Maklum kata Nenek harga pasaran singkong sekarang ini sedang turun, satu kwintal hanya dihargai tiga puluh lima ribu rupiah. Sangat murah kan?
Rasanya belum sebanding dengan biaya akomodasi yang harus dikeluarkan untuk memanen. Meski begitu, harus tetap disyukuri.
Menjadi PR tersendiri, bagaimana cara memanfaatkan singkong menjadi barang yang lebih bernilai.
Listrik padam adalah salah satu caraNya untuk mendekatkan orang-orang yang memang sudah dekat. Karena kita diberi kesempatan tuk sejenak berhenti dari hiruk pikuk aktivitas yang tak pernah ada habisnya.
Meski usia mulai senja, namun semangat bekerja dan ibadahnya tetap menggelora.
Ya, obrolan kali ini santai namun tersirat banyak makna.
Darinya, aku belajar banyak hal. Tentang kesabaran dan kerja keras, tentang kasih sayang dan penerimaan yang tulus.
Hanya bisa berdoa smoga Allah senantiasa memberikan kesehatan dan menjaganya.
#kepingpuzzle
#maafpanjang
Kamis, 09 Juni 2016
Memetik Hikmah dari Kepingan Puzzle-Puzzle Peristiwa (Edisi Ramadhan)
Bismillah ... lama rasanya tak mengoreskan kata-kata disini.
Kini kucoba mengakrabkan diri kembali, di momen spesial ini, bulan Ramadhan yang hadirnya selalu dinanti di sebelas bulan lainnya. Kuharap bisa memetik hikmah yang ada di sekitarku, diantara kepingan-kepingan peristiwa yang terserak, mungkin sederhana, namun semoga membawa sebuah makna.
~Keping 1 Ramadhan 1437 H / 6 Juni 2016
Senja telah tiba, adzan maghrib telah berkumandang, umat muslim telah berbondong-bondong memenuhi shaf-shaf masjid dan mushola, untuk menunaikan shalat maghrib. Selesai sholat maghrib, segera kunyalakan televisi untuk melihat siaran sidang isbat, menentukan tangga 1 Ramadhan. Alhamdulillah akhirnya malam itu dinyatakan bahwa bulan Ramadhan telah tiba.
Alhamdulillah hari pertama di bulan Ramadhan, aku melaluinya bersama keluarga di rumah, meski kurang lengkap karena adikku tak bisa pulang dari tempatnya menuntut ilmu barang sebentar, namun tak mengurangi kenikmatan bertemu kembali dengan bulan penuh rahmat dan ampunan karena kita masih bisa saling menyapa dan mendoakan.
Seperti biasa, kami mengikuti shalat isya dan tarawih di mushola samping rumah. Di malam pertama Ramadhan ini alhamdulillah jamaah memenuhi mushola hingga ke terasnya. Tak hanya penuh dengan orang dewasa, anak-anak pun banyak yang berlatih untuk ikut shalat tarawih. Salah satunya sepupuku yang bernama Difa. Meski usianya masih dini, sekitar tiga tahun, tapi semangatnya luar biasa. Difa sholat tak jauh dari tempatku sholat, meski belum bisa bacaan sholatnya tapi ia sudah bisa mengikuti gerakan sholat. Selesai beberapa rakaat menuju dua rakaat berikutnya, tiba-tiba ada temannya Difa yang usianya sudah masuk SD, mencoba membujuk Difa untuk ikut istirahat terlebih dahulu, namun terjadi hal yang tak terduga, Difa dengan santainya menjawab, "Nggak mau, aku kan mau ikut tarawih." mendengar jawabannya rasanya nyess ... adem di hati.
Dari peristiwa itu, jadi semakin menyadari bahwa kebaikan harus diperkenalkan dan dibiasakan kepada anak-anak sejak usia dini, hingga kelak dengan berjalannya waktu, ia mampu memahami manfaat dari kebaikan-kebaikan yang biasa ia lakukan dengan sebuah kesadaran, bukan karena paksaan.
#kepingpuzzle
bersambung ....
Kamis, 05 Mei 2016
Sekeping Kisah Bersama TK IT Mutiara Hati
![]() |
| Festival Foto "Ibuku Kartiniku" |
Peringatan hari Kartini tanggal 21 April 2016 dimeriahkan dengan Festival Foto dengan tema "Ibuku Kartiniku." Anak-anak diceritakan tentang kisah pahlawan nasional, salah satunya Ibu Kartini. Adapun Festival Foto diharapkan menjadi salah satu sarana bagi anak untuk lebih menghormati dan menyayangi ibunya, penghargaan untuk ibu telah berjuang dan mendidiknya dengan sepenuh cinta.
![]() |
| Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW. |
Peringatan Isra' Mi'raj kali ini diselenggarakan di Masjid Ulul Albab UNNES. Satu hari sebelumnya anak-anak telah mendengarkan cerita tentang peristiwa Isra' Mi'raj. Kegiatan ini diantaranya bertujuan mengenalkan anak-anak tentang adab-adab di dalam masjid dilanjutkan latihan wudlu serta sholat. Selain itu mereka tetap mengikuti kegiatan pembelajaran seperti biasanya, mulai dari hafalan doa dan hadist, tahfidz surat-surat pendek dan qiro'aty. Anak-anak sangat antusias mengikuti serangkaian kegiatannya. Kegiatan ini ditutup dengan makan dan doa bersama kelompok masing-masing,
Keterangan Foto: dokumentasi pribadi
Jumat, 25 Maret 2016
Laboratorium Biologi UNNES Gelar Pelatihan Cipta Kriya Tulang Daun
nikenharenabio.blogspot.com- Laboratorium Biologi Universitas Negeri Semarang (UNNES) menggelar pelatihan Cipta Kriya Tulang Daun, Sabtu 19 Maret 2016, pukul 07.30-16.15 WIB, di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan. Ketua panitia Prof. Dr. Amin Retnoningsih, M.Si., mengatakan, pelatihan ini terbuka untuk umum, khususnya mahasiswa dan alumni jurusan Biologi.
"Pelatihan ini digelar karena masih sedikitnya orang yang tahu tentang manfaat dan cara pengolahan sampah daun sebagai kerajinan tangan.," kata Amin. "Banyak orang yang menganggap daun hanya sebagai sampah yang harus disingkirkan."
Dijelaskan, peserta pelatihan akan diberikan wawasan dan keterampilan tentang teknik pembuatan tulang daun, desain dan kreasi produk tulang daun, dan teknik kreasi resin.
Senin, 15 Februari 2016
Lelahmu untuk apa? Untuk siapa?
Lelah. Sebuah kata yang menyiratkan sebuah kepenatan, sebuah kebosanan, barangkali penyebab hadirnya lelah itu karena sibuknya aktivitas kebaikan bukan karena-Nya. Mungkin sama-sama melakukan aktivitas yang positif, namun jika niatnya sudah berbeda. Hasil akhirnya pun bisa berbeda.
Lelah karena sibuk dalam aktivitas kebaikan karena-Nya tak kan lama. Ia hanya butuh istirahat sejenak, untuk melemaskan otot-otot yang tegang, bermohon dan bermunajat pada-Nya.
Lelah karena tujuan selain-Nya, bisa saja ia tak segera hilang. Berhari-hari, semakin menumpuk, hingga akhirnya menyesakkan dada. Membuatnya ingin segera mengakhiri aktivitas yang biasa ia lakukan.
So, pastikan tiap langkah kebaikan hanya karena-Nya, hanya untuk-Nya, bukan karena ingin dinilai ataupun dilihat oleh manusia lainnya.
#selfreminder
#kepingpuzzle
Lelah karena sibuk dalam aktivitas kebaikan karena-Nya tak kan lama. Ia hanya butuh istirahat sejenak, untuk melemaskan otot-otot yang tegang, bermohon dan bermunajat pada-Nya.
Lelah karena tujuan selain-Nya, bisa saja ia tak segera hilang. Berhari-hari, semakin menumpuk, hingga akhirnya menyesakkan dada. Membuatnya ingin segera mengakhiri aktivitas yang biasa ia lakukan.
So, pastikan tiap langkah kebaikan hanya karena-Nya, hanya untuk-Nya, bukan karena ingin dinilai ataupun dilihat oleh manusia lainnya.
#selfreminder
#kepingpuzzle
Minggu, 31 Januari 2016
Merenungi nikmat-Nya, yang sering kali tak kita sadari
Apa yang terlintas dipikiran kita kala mendengan kata "nikmat"?
Kegembiraankah? Rizki yang banyakkah? Atau berbagai kesuksesan dalam karir?
Adakah yang punya pendapat lain?
Silakan dijawab dalam hati masing-masing.
Seringkali kita fokus pada nikmat yang menurut kita besar, lantas kemudian baru kita mengucap syukur pada-Nya. Seakan-akan baru kali itu saja merasakan kenikmatan dari-Nya.
Mari kita merenung sejenak.
Tenangkan hati dan pikiran, kemudian rasakan hembusan angin di sekitar kita, hirup segarnya udara, edarkan pandangan di sekeliling kita. Apa yang terlihat? Tanaman nan hijaukah? Anak-anak yang tengah berlarian dengan riang, atau keluarga yang tengah larut dalam hangatnya bincang?
Lihat dan rasakan lebih dekat, tubuh kita, tangan kita, mata kita, mulut kita, telinga kita, juga kaki kita, adakah ia berfungsi sebagaimana mestinya? Ketika semua itu masih berfungsi dengan baik, maka kita bisa beraktivitas, menjalankan rencana yang telah tersusun.
Setelah melihat dan merasakan itu semua, kini apa yang terlintas dalam pikiran kita?
Nikmat. Ya, hal-hal yang kita anggap biasa setiap harinya, ternyata adalah sebuah nikmat, sebuah karunia yang luar biasa. Bayangkan saja, ketika salah satu organ atau pun anggota tubuh kita tengah sakit, tak mampu berfungsi dengan baik. Apa yang terjadi? Kita tak akan bisa beraktivitas dengan baik, sebagaimana ketika sehat.
Semoga kita tersadar bahwa ternyata manusia adalah makhluk yang begitu lemah tanpa nikmat dan karunia-Nya. Sudah sepantasnya kita bersyukur pada-Nya atas setiap nikmat yang masih Ia beri hingga detik ini, yang bahkan mungkin kita lupa untuk memintanya. Alhamdulillah.
@nikenharena
Kegembiraankah? Rizki yang banyakkah? Atau berbagai kesuksesan dalam karir?
Adakah yang punya pendapat lain?
Silakan dijawab dalam hati masing-masing.
Seringkali kita fokus pada nikmat yang menurut kita besar, lantas kemudian baru kita mengucap syukur pada-Nya. Seakan-akan baru kali itu saja merasakan kenikmatan dari-Nya.
Mari kita merenung sejenak.
Tenangkan hati dan pikiran, kemudian rasakan hembusan angin di sekitar kita, hirup segarnya udara, edarkan pandangan di sekeliling kita. Apa yang terlihat? Tanaman nan hijaukah? Anak-anak yang tengah berlarian dengan riang, atau keluarga yang tengah larut dalam hangatnya bincang?
Lihat dan rasakan lebih dekat, tubuh kita, tangan kita, mata kita, mulut kita, telinga kita, juga kaki kita, adakah ia berfungsi sebagaimana mestinya? Ketika semua itu masih berfungsi dengan baik, maka kita bisa beraktivitas, menjalankan rencana yang telah tersusun.
Setelah melihat dan merasakan itu semua, kini apa yang terlintas dalam pikiran kita?
Nikmat. Ya, hal-hal yang kita anggap biasa setiap harinya, ternyata adalah sebuah nikmat, sebuah karunia yang luar biasa. Bayangkan saja, ketika salah satu organ atau pun anggota tubuh kita tengah sakit, tak mampu berfungsi dengan baik. Apa yang terjadi? Kita tak akan bisa beraktivitas dengan baik, sebagaimana ketika sehat.
Semoga kita tersadar bahwa ternyata manusia adalah makhluk yang begitu lemah tanpa nikmat dan karunia-Nya. Sudah sepantasnya kita bersyukur pada-Nya atas setiap nikmat yang masih Ia beri hingga detik ini, yang bahkan mungkin kita lupa untuk memintanya. Alhamdulillah.
Rabu, 30 Desember 2015
Langkah Merancang Resolusi? Simak yuuk...
Tahun baru kini sudah di depan mata. Banyak orang yang sejak jauh-jauh hari telah menyusun acara tuk merayakan datangnya tahun baru. Mulai dari liburan ke tempat-tempat menarik, menonton film, berbelanja, atau pesta kembang api. Namun, perlukah malam pergantian tahun hanya dilewati dengan bersenang-senang? Lantas bagaimana dengan hari-hari di tahun baru selanjutnya? Jika esok hari justru meninggalkan sholat Subuh karena ngantuk usai merayakan tahun baru semalam suntuk, dimana makna kebaruan itu?
Setiap orang pasti menginginkan untuk bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Untuk itu diperlukan sebuah resolusi atau target-target hidup yang akan dicapai selama setahun kedepan. Pergantian tahun menjadi salah satu momentum tepat untuk merancang maupun merevisi target-target hidup. Mengapa? Karena suasana baru harapannya akan menimbulkan semangat yang baru pula.
Lantas bagaimanakah langkah merancang resolusi?
Yuk, simak tips dari majalah UMMI edisi Desember 2014 berikut ini:
Langkah Merancang Resolusi:
1. Tetapkan yang ngin dicapai atau ditinggalkan.
Buat resolusi tentang apa yang betul-betul kita butuh untuk mencapainya atau yang ingin kita lepas dari diri kita. Jangan lupa menetapkan rencana jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjangnya.
2. Jangan ikut-ikutan resolusi orang lain meskipun terlihat keren.
3. Bernilai.
Pastikan ada nilai penting dalam resolusi yang kita canangkan.
4. Sedikit dan mampu dicapai.
Jangan terlalu banyak, satu saja mungkin lebih baik jika memang mampu dicapai.
5. Tetapkan standar atau ukuran yang ingin diraih dan batasan waktu mencapainya.
6. Lakukan evaluasi berkala.
7. Banyak berdoa dan istighfar agar Allah menurunkan pertolongan-Nya.
Setelah tahu tipsnya, bagi yang belum membuat, yuk mulai merancang revolusi apa yang akan kita lakukan di tahun baru nanti. Semoga bermanfaat.
Setiap orang pasti menginginkan untuk bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Untuk itu diperlukan sebuah resolusi atau target-target hidup yang akan dicapai selama setahun kedepan. Pergantian tahun menjadi salah satu momentum tepat untuk merancang maupun merevisi target-target hidup. Mengapa? Karena suasana baru harapannya akan menimbulkan semangat yang baru pula.
Lantas bagaimanakah langkah merancang resolusi?
Yuk, simak tips dari majalah UMMI edisi Desember 2014 berikut ini:
Langkah Merancang Resolusi:
1. Tetapkan yang ngin dicapai atau ditinggalkan.
Buat resolusi tentang apa yang betul-betul kita butuh untuk mencapainya atau yang ingin kita lepas dari diri kita. Jangan lupa menetapkan rencana jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjangnya.
2. Jangan ikut-ikutan resolusi orang lain meskipun terlihat keren.
3. Bernilai.
Pastikan ada nilai penting dalam resolusi yang kita canangkan.
4. Sedikit dan mampu dicapai.
Jangan terlalu banyak, satu saja mungkin lebih baik jika memang mampu dicapai.
5. Tetapkan standar atau ukuran yang ingin diraih dan batasan waktu mencapainya.
6. Lakukan evaluasi berkala.
7. Banyak berdoa dan istighfar agar Allah menurunkan pertolongan-Nya.
Setelah tahu tipsnya, bagi yang belum membuat, yuk mulai merancang revolusi apa yang akan kita lakukan di tahun baru nanti. Semoga bermanfaat.
Rabu, 18 November 2015
"Hadapilah"
"Hadapilah"
~Shoutul Harokah~
Walau hujan badai kan terus melanda
Walau amuk gelombang tak henti menerjang
Walau terang mencegah, walau mentari kan membakar
Jangan letih menapaki kehidupan
Ujian bagaikan terik sinar sang surya
Hadir kedunia bersama berjuta karunia
Janganlah bertekuk lutut dalam pelukan putus asa
Janganlah bersimpuh dihadapan duka
Hadapilah segala tantangan
Sambutlah harimu dengan suka cita
Hadapilah segala ujian
Dalam kesulitan pasti ada kemudahan
Sabtu, 03 Oktober 2015
Perumpamaan Orang Beriman yang Membaca Al-Qur'an
"Perumpamaan orang beriman yang membaca Al-Qur'an bagaikan utrujah (sejenis jeruk) yang aromanya harum dan rasanya manis. Perumpamaan seorang mukmin yang tidak membaca Al-Qur'an seperti kurma, tidak ada aromanya tetapi rasanya manis. Adapun perumpamaan orang munafik yang membaca Al-Qur'an bagai raihanah (semacam bunga kenanga), aromanya harum tetapi rasanya pahit. Perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur'an bagai buah handzalah (antawali atau pare), tidak ada aromanya dan rasanya pahit." (HR Muttafaqun 'Alaih)
Minggu, 27 September 2015
September: Hujan Pertama
Malam telah menjelang
Selepas menunaikan kewajiban, bersujud pada-Nya
Sayup-sayup terdengar rintik hujan
Menggetarkan suasana
Setelah cukup lama menanti hadirnya
Desir angin sepoi-sepoi menyejukkan raga,
kala hawa panas memenuhi seantero ruang
Harum petrichor begitu menentramkan
Berharap rahmat-Nya tiba,
tepat kala rintiknya jatuh menyapa bumi
Allahumma shoyyiban naafi'an ....
Smg, 27 Sept '15
Sabtu, 12 September 2015
"Optimalisasi Tablet dan Smartphone untuk Belajar, Why Not?”
Apa yang terlintas dalam benak kita ketika mendengar kata tablet dan smartphone?
Secara otomatis kita pasti akan membayangkan sebuah benda elektronik dengan segala fitur dan aplikasinya. Di masa sekarang ini banyak masyarakat yang memiliki tablet, terutama para pelajar dan mahasiswa. Banyaknya manfaat dari smartphone tentunya menjadi salah satu daya tarik bagi para pengguna. Namun, sudahkah kita memanfaatkannya untuk kegiatan belajar?
Universitas Negeri Semarang melalui Badan Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (BPTIK) menggandeng TechLife Magazine Indonesia dan vendor IT terkemuka Hewlett Packard (HP) menyelenggarakan workshop dengan tema “Optimalisasi Penggunaan Tablet dan Aplikasi untuk Proses Belajar di Kampus”. Workshop ini diperuntukkan bagi mahasiswa Unnes tanpa dipungut biaya dengan tujuan untuk memberikan edukasi kepada mahasiswa tentang aplikasi pada smartphone dan tablet yang dapat membantu proses belajar.Workshop tersebut terselenggara pada Kamis, 23 Oktober 2014 bertempat di Gedung Serba Guna (GSG) Fakultas Ilmu Pendidikan dengan menghadirkan pakar dibidangnya.
Harry Fajar pakar teknologi dari Techlife Magazine Indonesia mengisi workshop untuk sesi pertama. Beberapa aplikasi yang berguna untuk mahasiswa mulai diperkenalkan, tak lain bertujuan untuk mengoptimalkan smartphone yang dimiliki para mahasiswa. Selama ini smartphone seringkali hanya digunakan untuk komunikasi via telepon, SMS, media sosial, chatting dan game yang dimanfaatkan untuk menghalau kejenuhan. Kita tentunya tahu hampir semua mahasiswa saat ini memiliki smartphone, tapi sudahkah para akademisi saat ini menyikapi perangkat pintar tersebut untuk hal yang berguna sebagai mahasiswa?
Banyak aplikasi yang diperkenalkan oleh pakar dari salah satu majalah teknologi di Indonesia tersebut.
Meskipun ada beberapa aplikasi yang sering kita temui, tapi dalam workshop ini tentunya kita dapat mengoptimalkan penggunaan sesuai porsi sebagai mahasiswa. Antara lain, GPA calculator, Studious, Marriam webster dictionary, Google translete, Dropbox, Evernote, dan Polaris office.
Berikut ini manfaat dari aplikasi yang diperkenalkan oleh pembicara:
1. GPA calculator
Aplikasi ini dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa tak hanya untuk menghitung seperti fungsinya secara umum, namun dapat digunakan untuk menghitung Indeks Prestasi (IP) tiap semester dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Jadi dengan adanya aplikasi ini kita dapat menghitung sendiri IP dan IPK secara mudah, tentunya setelah mengetahui nilai yang kita peroleh pada tiap mata kuliah.
2. Studious
Apakah Anda termasuk orang yang suka lupa mematikan suara tablet atau smartphone saat di kelas?
Suka lupa kalau ada tugas dan ujian?
Maka aplikasi Studious tepat untuk Anda. Aplikasi ini dapat dimanfaatkan sebagai alarm atau pengingat. Kita dapat mengatur jam berapa suara tablet atau smartphone kita harus mati saat di kelas, juga pengingat jika ada tugas dan ujian. Pengingat akan muncul sesuai dengan waktu yang telah kita atur.
3.Merriam Webster Dictionary
Aplikasi ini semacam kamus elektronik, namun di dalamnya dibekali dengan berbagai macam kelebihan. Diantaranya kita bisa mencari persamaan kata, lawan kata, kata favorit serta mengucapkan kata yang kita cari. Bagi yang kosa kata bahasa asingnya masih sedikit, aplikasi ini bisa sangat membantu.
4. Google translete
Google translete berfungsi untuk menerjemahkan kata maupun kalimat dari bahasa tertentu ke bahasa lain yang kita kehendaki. Google translete ini merupakan kamus lintas bahasa. Aplikasi ini bisa kita manfaatkan ketika kita sedang mencari tugas namun hanya tersedia dalam bahasa asing. Jadi bisa sedikit membantu bagi orang yang belum jago bahasa asing, misal bahasa Inggris.
5. Dropbox
Kalau kata pembicara, Dropbox itu semacam USB di awan. Ya, karena aplikasi itu bisa menyimpan file data kita secara on-line. Bisa menyimpan file kita yang cukup besar yang barangkali tidak muat jika hanya disimpan di flasdisk.
6. Evernote
Evernote ini sebuah aplikasi yang bisa digunakan untuk mencatat sebuah catatan. Fungsi umumnya hampir sama dengan aplikasi note yang ada di smartphone pada umumnya, namun memiliki beberapa kelebihan. Diantaranya: selain bisa mencatat dengan keyboard, aplikasi ini bisa mencatat dengan tulisan tangan, suara, foto bahkan link. Selain itu bisa juga digunakan untuk menyisipkan file, mengirim catatan ke teman serta bisa sinkron dengan berbagai media.
7. Polaris Office
Polaris Office adalah solusi Office gratis yang menawarkan penampilan dan pengeditan dokumen Microsoft Office secara gratis. Aplikasi ini juga mendukung PDF. Jadi kita tetap bisa mengerjakan tugas yang harus diketik meskipun sedang dalam perjalanan atau kegiatan yang tidak memungkinkan untuk membawa laptop.
Acara tersebut terbilang sukses, hal tersebut dapat dilihat dari antusias para peserta yang selalu ramai pertanyaan setiap sesi tanya jawab dibuka. Tak hanya itu workshop ini disponsori oleh vendor IT ternama HP. Bahkan HP memberikan doorpize menarik, yaitu sebuah tablet terbaru luncuran HP pada tahun ini, HP 7 VoiceTab, bagi peserta yang bisa mereview semua aplikasi yang telah disampaikan dalam workshop.
Adanya workshop tersebut diharapkan dapat membiasakan para pengguna smartphone utamanya para mahasiswa untuk menggunakan aplikasi yang bermanfaat. Enam aplikasi di atas bisa kita unduh di Google Play. Demikian sedikit catatan yang saya peroleh, semoga bermanfaat.
*sebuah catatan yang sempat terendap
Selasa, 08 September 2015
Mengeja Makna dari Sebatang Dandelion
Cantik warnamu kala bermekaran
Menghias padang ilalang
Mahkotamu berwarna kuning cemerlang
Ditopang oleh sebuah batang tak bercabang
Kadang kau dianggap bunga liar
Tak menarik, tak dilirik, diantara bunga-bunga lainnya
Namun, bagiku kau begitu mempesona
Darimu kubelajar sebuah makna
Tentang arti sebuah ketegaran
Meski tubuhmu tak sekekar mawar
Namun kau tetap tumbuh subur dimana pun kau berada
Disetiap jalan setapak, padang ilalang, bahkan diantara semak belukar
Meski tubuhmu tak secantik lainnya
Namun kau begitu istimewa
Kadang kala bijimu rela mengangkasa bersama angin, mengudara
Menyemai benih, menebar inspirasi dimanapun engkau berada
Layaklak jika engkau disebut sebagai bunga harapan
Harapan tuk senantiasa memberi makna bagi sekitar dimana pun kelak engkau berada
+Niken Harena
Semarang, 9 September 2015
04:14
Selasa, 11 Agustus 2015
J.A.R.A.K.
Diantara sekumpulan waktu yang telah merekam jejak.
Ada masa dimana masing-masing dari kita tak saling menyapa.
Bukan karna lupa. Namun karna kita berada di belahan bumi-Nya yang berbeda.
Masing-masing tengah bergegas menuju jalan yang dipilih.
Demi menggenggam asa.
Aku disini, engkau disana.
Namun semoga jarak tak menjadikan kita seketika lupa satu sama lain.
Bukankah kita bisa saling mendoa?
Menguntai doa-doa pada-Nya.
Untuk kita juga keluarga.
Apalagi di jaman yang super canggih ini.
Kita bisa leluasa berengkerama lewat tulisan juga pesan suara.
Yang terpenting, kita masih kembali ke rumah yang sama.
Rumah dimana kita bertumbuh.
Tempat dimana kita menghabiskan masa kanak-kanak bersama.
Berbagi kasih juga cerita.
Tetaplah bertumbuh saudariku.
Saling mendoakan ya.
Semangat menggapai asa.
Adakalanya diri kita lelah, namun kita tak boleh menyerah.
Mari hadirkan sesungging senyum kebahagiaan untuk Bapak dan Ibu' juga keluarga tercinta.
Tetap berproses menjadi pribadi yang lebih baik dimata Allah.
Smrg, 110815
#teruntuk adikku tercinta :)
Rabu, 05 Agustus 2015
Kala nikmat beribadah menghilang, apa yang perlu kita lakukan?
Beribadah merupakan sebuah kewajiban, lebih tepatnya sebuah kebutuhan bagi jiwa manusia yang lemah. Jiwa yang penuh kealpaan lagi dosa yang tak terhitung jumlahnya. Hanya berharap semoga Allah SWT senantiasa menuntun kita untuk senantiasa bertaubat dan ditunjukkan jalan yang lurus.
Pernahkah sahabat sekalian merasakan, tiap hari sudah beribadah, namun nikmat beribadah tak terasa.
Setiap orang barangkali pernah merasakan itu. Karena iman seseorang kadang naik, kadang turun, kemudian naik lagi, dst.
Sebenarnya apa yang terjadi?
Ya, barangkali kita butuh merenung. Mengingat-ingat kembali adakah perbuatan yang kita lakukan yang sebenarnya tak disukai-Nya? Atau barangkali di luar sana ada hati-hati manusia yang tersakiti oleh lisan, tindakan maupun sikap kita yang tak kita sadari.
Lalu apa yang sebaiknya kita lakukan untuk kembali merasakan nikmat ibadah itu?
Ada beberapa hal yang sebaiknya kita lakukan, diantaranya:
1. Bertaubat dan memohon ampun kepada Allah SWT
Kita tidak pernah tahu seberapa banyak dosa kita, namun yang kita yakin bahwa Allah SWT Maha Pengampun pada hamba-Nya yang bertaubat. Taubat nasuha, taubat yang sebenar-benarnya.
2. Memohon maaf kepada orang-orang di sekitar kita
Kita juga tidak tahu, apakah ucapan, tindakan maupun sikap yang sebenarnya kita anggap sebagai gurauan, ternyata menyakiti hati orang-orang di sekitar kita. Maka kita perlu meminta maaf pada sesama.
3. Menjaga amalan ibadah harian
Ketika kita senantiasa menjaga amalan ibadah harian kita, maka kita akan merasakan perubahan rasa ibadah itu sedikit demi sedikit. Awalnya mungkin terasa hampa, karena dosa kita yang menumpuk. Namun lama kelamaan ketika kita benar-benar berisaha menjalankan ibadah dengan ikhlas, ketentraman dan hati dan kenikmatan ibadah akan kita rasakan.
Allah telah berfirman di dalam Al-Qur'an Surat Ar Ra'du ayat 28: "... Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram."
Hanya dengan mengingat Allah hati kita menjadi tenteram.
4. Berdoa memohon kenikmatan beribadah kepada Allah
Sebagai hamba yang lemah, maka kita harus berdoa kepada Allah, semoga Allah memberikan kenikmatan kepada kita kala beribadah kepada-Nya.
5. Senantiasa menyibukkan diri dalam kebaikan
Ketika kita senantiasa menyibukkan diri dalam kebaikan, insyaAllah peluang kita untuk bermaksiat kepada-Nya berkurang. Sebaliknya, pahala kebaikan insyaAllah akan senantiasa mengalir kala waktu yang kita miliki termanfaatkan untuk aktivitas kebaikan.
Semoga kita senantiasa menjadi orang-orang yang beruntung. Yaitu orang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin. Aamiin.
Semoga bermanfaat.
Wallahu a'lam bish showab.
*sebuah renungan dan pengingat untuk diri yang lemah ini
Jumat, 10 Juli 2015
Kisah Inspiratif : Dewasa Itu Pilihan
Suatu hari, Ibuku bangun pagi-pagi sekali, lalu bekerja keras sepanjang
hari, dari menyiapkan makanan untuk kami sampai membereskan rumah tanpa
dibantu oleh pembantu.
Sudah dari jam tujuh malam tadi Ibu selesai menghidangkan makan malam untuk Ayah dan kami, sangat sederhana sekali, hanya berupa telur mata sapi, tempe goreng, sambal teri dan nasi. Namun sayang, karena sibuk mengurusi adik kecilku yang terus merengek, tempe dan telur goreng yang dibuat oleh Ibuku pun agak sedikit gosong.
Saya melihat Ibu sedikit panik, tapi tidak bisa berbuat banyak, sementara minyak gorengnya sudah habis. Kami menunggu dengan tegang apa reaksi Ayah yang pulang kerja, pasti beliau sudah sangat capek, apalagi melihat makan malamnya hanya tempe dan telur yang gosong.
Luar biasa..!!! Ayah saya dengan tenang menikmati dan memakan semua yang disiapkan oleh Ibu dengan bibir tersenyum, dan bahkan beliau berkata, “Bu terima kasih ya..!“
Tak lama kemudian, Ayah saya terus menanyakan kegiatan saya dan adik saya di sekolah. Selesai makan, tepatnya di meja makan, saya mendengar Ibu meminta maaf kepada semuanya, karena telor dan tempe yang di sajikan itu gosong dan satu hal yang tidak pernah saya lupakan adalah apa yang Ayah katakan pada Ibu, “Sayang, gak apa-apa, malahan saya suka sekali dengan telor dan tempe yang gosong, kok.“
Sebelum tidur, saya pergi untuk memberikan ciuman selamat tidur kepada Ayah, kemudian saya bertanya, apakah Ayah benar-benar menyukai telur dan tempe yang gosong tadi ?
Heran dengan pertanyaan saya, tiba-tiba Ayah memeluk saya erat dengan kedua lengannya sambil berkata, “Anakku, Ibu sudah bekerja keras sepanjang hari dan dia benar-benar sudah sangat capek, Jadi sepotong telor dan tempe
yang gosong itu tidak akan menyakiti siapa pun, kan..!"
Ini pelajaran yang saya praktekkan di tahun-tahun berikutnya, “Belajar menerima kesalahan orang lain, adalah satu kunci yang sangat penting untuk menciptakan sebuah hubungan yang sehat, bertumbuh dan abadi."
"Ingatlah, emosi tidak akan pernah menyelesaikan masalah yang ada, jadi selalulah berpikir yang dewasa.“
Mengapa sesuatu hal itu bisa terjadi, karena ini pasti punya alasannya sendiri.
Dan janganlah kita menjadi orang yang egois dan hanya mau dimengerti, tapi tidak mau mengerti dengan keadaan orang lain.
“Tua itu pasti, tapi Dewasa itu PILIHAN.“
Sudah dari jam tujuh malam tadi Ibu selesai menghidangkan makan malam untuk Ayah dan kami, sangat sederhana sekali, hanya berupa telur mata sapi, tempe goreng, sambal teri dan nasi. Namun sayang, karena sibuk mengurusi adik kecilku yang terus merengek, tempe dan telur goreng yang dibuat oleh Ibuku pun agak sedikit gosong.
Saya melihat Ibu sedikit panik, tapi tidak bisa berbuat banyak, sementara minyak gorengnya sudah habis. Kami menunggu dengan tegang apa reaksi Ayah yang pulang kerja, pasti beliau sudah sangat capek, apalagi melihat makan malamnya hanya tempe dan telur yang gosong.
Luar biasa..!!! Ayah saya dengan tenang menikmati dan memakan semua yang disiapkan oleh Ibu dengan bibir tersenyum, dan bahkan beliau berkata, “Bu terima kasih ya..!“
Tak lama kemudian, Ayah saya terus menanyakan kegiatan saya dan adik saya di sekolah. Selesai makan, tepatnya di meja makan, saya mendengar Ibu meminta maaf kepada semuanya, karena telor dan tempe yang di sajikan itu gosong dan satu hal yang tidak pernah saya lupakan adalah apa yang Ayah katakan pada Ibu, “Sayang, gak apa-apa, malahan saya suka sekali dengan telor dan tempe yang gosong, kok.“
Sebelum tidur, saya pergi untuk memberikan ciuman selamat tidur kepada Ayah, kemudian saya bertanya, apakah Ayah benar-benar menyukai telur dan tempe yang gosong tadi ?
Heran dengan pertanyaan saya, tiba-tiba Ayah memeluk saya erat dengan kedua lengannya sambil berkata, “Anakku, Ibu sudah bekerja keras sepanjang hari dan dia benar-benar sudah sangat capek, Jadi sepotong telor dan tempe
yang gosong itu tidak akan menyakiti siapa pun, kan..!"
Ini pelajaran yang saya praktekkan di tahun-tahun berikutnya, “Belajar menerima kesalahan orang lain, adalah satu kunci yang sangat penting untuk menciptakan sebuah hubungan yang sehat, bertumbuh dan abadi."
"Ingatlah, emosi tidak akan pernah menyelesaikan masalah yang ada, jadi selalulah berpikir yang dewasa.“
Mengapa sesuatu hal itu bisa terjadi, karena ini pasti punya alasannya sendiri.
Dan janganlah kita menjadi orang yang egois dan hanya mau dimengerti, tapi tidak mau mengerti dengan keadaan orang lain.
“Tua itu pasti, tapi Dewasa itu PILIHAN.“
Sumber: alkisaah
Langganan:
Postingan (Atom)
About |
Blog List |








