Minggu, 27 September 2015

September: Hujan Pertama


Malam telah menjelang
Selepas menunaikan kewajiban, bersujud pada-Nya
Sayup-sayup terdengar rintik hujan
Menggetarkan suasana
Setelah cukup lama menanti hadirnya

Desir angin sepoi-sepoi menyejukkan raga,
kala hawa panas memenuhi seantero ruang
Harum petrichor begitu menentramkan
Berharap rahmat-Nya tiba,
tepat kala rintiknya jatuh menyapa bumi

Allahumma shoyyiban naafi'an ....

Smg, 27 Sept '15

Sabtu, 12 September 2015

"Optimalisasi Tablet dan Smartphone untuk Belajar, Why Not?”


Apa yang terlintas dalam benak kita ketika mendengar kata tablet dan smartphone?
Secara otomatis kita pasti akan membayangkan sebuah benda elektronik dengan segala fitur dan aplikasinya.  Di masa sekarang ini banyak masyarakat yang memiliki tablet, terutama para pelajar dan mahasiswa. Banyaknya manfaat dari smartphone tentunya menjadi salah satu daya tarik bagi para pengguna. Namun, sudahkah kita memanfaatkannya untuk kegiatan belajar?


Universitas Negeri Semarang melalui Badan Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (BPTIK) menggandeng TechLife Magazine Indonesia dan vendor IT terkemuka Hewlett Packard (HP)  menyelenggarakan workshop dengan tema “Optimalisasi Penggunaan Tablet dan Aplikasi untuk Proses Belajar di Kampus”. Workshop ini diperuntukkan bagi mahasiswa Unnes tanpa dipungut biaya dengan tujuan untuk memberikan edukasi kepada mahasiswa tentang aplikasi pada smartphone dan tablet yang dapat membantu proses belajar.Workshop tersebut terselenggara pada Kamis, 23 Oktober 2014 bertempat di Gedung Serba Guna (GSG) Fakultas Ilmu Pendidikan dengan menghadirkan pakar dibidangnya.

Harry Fajar pakar teknologi dari Techlife  Magazine Indonesia mengisi workshop untuk sesi pertama. Beberapa aplikasi yang berguna untuk mahasiswa mulai diperkenalkan, tak lain bertujuan untuk mengoptimalkan smartphone yang dimiliki para mahasiswa. Selama ini smartphone seringkali hanya digunakan untuk komunikasi via telepon, SMS, media sosial, chatting dan game yang dimanfaatkan untuk menghalau kejenuhan. Kita tentunya tahu hampir semua mahasiswa saat ini memiliki smartphone, tapi sudahkah para akademisi saat ini menyikapi perangkat pintar tersebut untuk hal yang berguna sebagai mahasiswa?

Banyak aplikasi yang diperkenalkan oleh pakar dari salah satu majalah teknologi di Indonesia tersebut.
Meskipun ada beberapa aplikasi yang sering kita temui, tapi dalam workshop ini tentunya kita dapat mengoptimalkan penggunaan sesuai porsi sebagai mahasiswa. Antara lain, GPA calculator, Studious, Marriam  webster dictionary, Google translete, Dropbox, Evernote, dan  Polaris office.
Berikut ini manfaat dari aplikasi yang diperkenalkan oleh pembicara:
1. GPA calculator
Aplikasi ini dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa tak hanya untuk menghitung seperti fungsinya secara umum, namun dapat digunakan untuk menghitung Indeks Prestasi (IP) tiap semester dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Jadi dengan adanya aplikasi ini kita dapat menghitung sendiri IP dan IPK secara mudah, tentunya setelah mengetahui nilai yang kita peroleh pada tiap mata kuliah.
 2. Studious
Apakah Anda termasuk orang yang suka lupa mematikan suara tablet atau smartphone saat di kelas?
Suka lupa kalau ada tugas dan ujian?
Maka aplikasi Studious tepat untuk Anda. Aplikasi ini dapat dimanfaatkan sebagai alarm atau pengingat. Kita dapat mengatur jam berapa suara tablet atau smartphone kita harus mati saat di kelas, juga pengingat jika ada tugas dan ujian. Pengingat akan muncul sesuai dengan waktu yang telah kita atur.
3.Merriam Webster Dictionary
Aplikasi ini semacam kamus elektronik, namun di dalamnya dibekali dengan berbagai macam kelebihan. Diantaranya kita bisa mencari persamaan kata, lawan kata, kata favorit serta mengucapkan kata yang kita cari. Bagi yang kosa kata bahasa asingnya masih sedikit, aplikasi ini bisa sangat membantu.
4. Google translete
Google translete berfungsi untuk menerjemahkan kata maupun kalimat dari bahasa tertentu ke bahasa lain yang kita kehendaki. Google translete ini merupakan kamus lintas bahasa. Aplikasi ini bisa kita manfaatkan ketika kita sedang mencari tugas namun hanya tersedia dalam bahasa asing. Jadi bisa sedikit membantu bagi orang yang belum jago bahasa asing, misal bahasa Inggris.
5. Dropbox
Kalau kata pembicara, Dropbox itu semacam USB di awan. Ya, karena aplikasi itu bisa menyimpan file data kita secara on-line. Bisa menyimpan file kita yang cukup besar yang barangkali tidak muat jika hanya disimpan di flasdisk.
6. Evernote
Evernote ini sebuah aplikasi yang bisa digunakan untuk mencatat sebuah catatan. Fungsi umumnya hampir sama dengan aplikasi note yang ada di smartphone pada umumnya, namun memiliki beberapa kelebihan. Diantaranya: selain bisa mencatat dengan keyboard, aplikasi ini bisa mencatat dengan tulisan tangan, suara, foto bahkan link. Selain itu bisa juga digunakan untuk menyisipkan file, mengirim catatan ke teman serta bisa sinkron dengan berbagai media.
7. Polaris Office
Polaris Office adalah solusi Office gratis yang menawarkan penampilan dan pengeditan dokumen Microsoft Office secara gratis. Aplikasi ini juga mendukung PDF. Jadi kita tetap bisa mengerjakan tugas yang harus diketik meskipun sedang dalam perjalanan atau kegiatan yang tidak memungkinkan untuk membawa laptop.

Acara tersebut terbilang sukses,  hal tersebut dapat dilihat dari antusias  para peserta yang selalu ramai pertanyaan setiap sesi tanya jawab dibuka. Tak hanya itu workshop ini disponsori oleh vendor IT  ternama HP. Bahkan HP memberikan doorpize menarik, yaitu sebuah tablet terbaru luncuran HP pada tahun ini, HP 7 VoiceTab,  bagi peserta yang bisa mereview semua aplikasi yang telah disampaikan dalam workshop.

Adanya workshop tersebut diharapkan dapat membiasakan para pengguna smartphone utamanya para mahasiswa untuk menggunakan aplikasi yang bermanfaat. Enam aplikasi di atas bisa kita unduh di Google Play. Demikian sedikit catatan yang saya peroleh, semoga bermanfaat.

*sebuah catatan yang sempat terendap

Selasa, 08 September 2015

Mengeja Makna dari Sebatang Dandelion


Cantik warnamu kala bermekaran
Menghias padang ilalang
Mahkotamu berwarna kuning cemerlang
Ditopang oleh sebuah batang tak bercabang

Kadang kau dianggap bunga liar
Tak menarik, tak dilirik, diantara bunga-bunga lainnya
Namun, bagiku kau begitu mempesona
Darimu kubelajar sebuah makna

Tentang arti sebuah ketegaran
Meski tubuhmu tak sekekar mawar
Namun kau tetap tumbuh subur dimana pun kau berada
Disetiap jalan setapak, padang ilalang, bahkan diantara semak belukar

Meski tubuhmu tak secantik lainnya
Namun kau begitu istimewa
Kadang kala bijimu rela mengangkasa bersama angin, mengudara
Menyemai benih, menebar inspirasi dimanapun engkau berada

Layaklak jika engkau disebut sebagai bunga harapan
Harapan tuk senantiasa memberi makna bagi sekitar dimana pun kelak engkau berada

+Niken Harena 
Semarang, 9 September 2015
04:14

Selasa, 11 Agustus 2015

J.A.R.A.K.


Diantara sekumpulan waktu yang telah merekam jejak.
Ada masa dimana masing-masing dari kita tak saling menyapa.
Bukan karna lupa. Namun karna kita berada di belahan bumi-Nya yang berbeda.
Masing-masing tengah bergegas menuju jalan yang dipilih.
Demi menggenggam asa.

Aku disini, engkau disana.
Namun semoga jarak tak menjadikan kita seketika lupa satu sama lain.
Bukankah kita bisa saling mendoa?
Menguntai doa-doa pada-Nya.
Untuk kita juga keluarga.

Apalagi di jaman yang super canggih ini.
Kita bisa leluasa berengkerama lewat tulisan juga pesan suara.

Yang terpenting, kita masih kembali ke rumah yang sama.
Rumah dimana kita bertumbuh.
Tempat dimana kita menghabiskan masa kanak-kanak bersama.
Berbagi kasih juga cerita.
Tetaplah bertumbuh saudariku.
Saling mendoakan ya.

Semangat menggapai asa.
Adakalanya diri kita lelah, namun kita tak boleh menyerah.
Mari hadirkan sesungging senyum kebahagiaan untuk Bapak dan Ibu' juga keluarga tercinta.
Tetap berproses menjadi pribadi yang lebih baik dimata Allah.

Smrg, 110815

#teruntuk adikku tercinta :)



Rabu, 05 Agustus 2015

Kala nikmat beribadah menghilang, apa yang perlu kita lakukan?


Beribadah merupakan sebuah kewajiban, lebih tepatnya sebuah kebutuhan bagi jiwa manusia yang lemah. Jiwa yang penuh kealpaan lagi dosa yang tak terhitung jumlahnya. Hanya berharap semoga Allah SWT senantiasa menuntun kita untuk senantiasa bertaubat dan ditunjukkan jalan yang lurus.


Pernahkah sahabat sekalian merasakan, tiap hari sudah beribadah, namun nikmat beribadah tak terasa.
Setiap orang barangkali pernah merasakan itu. Karena iman seseorang kadang naik, kadang turun, kemudian naik lagi, dst.

Sebenarnya apa yang terjadi?
Ya, barangkali kita butuh merenung. Mengingat-ingat kembali adakah perbuatan yang kita lakukan yang sebenarnya tak disukai-Nya? Atau barangkali di luar sana ada hati-hati manusia yang tersakiti oleh lisan, tindakan maupun sikap kita yang tak kita sadari.

Lalu apa yang sebaiknya kita lakukan untuk kembali merasakan nikmat ibadah itu?
Ada beberapa hal yang sebaiknya kita lakukan, diantaranya:
1. Bertaubat dan memohon ampun kepada Allah SWT
    Kita tidak pernah tahu seberapa banyak dosa kita, namun yang kita yakin bahwa Allah SWT Maha       Pengampun pada hamba-Nya yang bertaubat. Taubat nasuha, taubat yang sebenar-benarnya.

2. Memohon maaf kepada orang-orang di sekitar kita
    Kita juga tidak tahu, apakah ucapan, tindakan maupun sikap yang sebenarnya kita anggap sebagai gurauan, ternyata menyakiti hati orang-orang di sekitar kita. Maka kita perlu meminta maaf pada sesama.

3. Menjaga amalan ibadah harian
    Ketika kita senantiasa menjaga amalan ibadah harian kita, maka kita akan merasakan perubahan rasa ibadah itu sedikit demi sedikit. Awalnya mungkin terasa hampa, karena dosa kita yang menumpuk. Namun lama kelamaan ketika kita benar-benar berisaha menjalankan ibadah dengan ikhlas, ketentraman dan hati dan kenikmatan ibadah akan kita rasakan.
Allah telah berfirman di dalam Al-Qur'an Surat Ar Ra'du ayat 28: "... Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram."
Hanya dengan mengingat Allah hati kita menjadi tenteram.

4. Berdoa memohon kenikmatan beribadah kepada Allah
    Sebagai hamba yang lemah, maka kita harus berdoa kepada Allah, semoga Allah memberikan kenikmatan kepada kita kala beribadah kepada-Nya.

5. Senantiasa menyibukkan diri dalam kebaikan
    Ketika kita senantiasa menyibukkan diri dalam kebaikan, insyaAllah peluang kita untuk bermaksiat kepada-Nya berkurang. Sebaliknya, pahala kebaikan insyaAllah akan senantiasa mengalir kala waktu yang kita miliki termanfaatkan untuk aktivitas kebaikan.

Semoga kita senantiasa menjadi orang-orang yang beruntung. Yaitu orang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin. Aamiin.

Semoga bermanfaat.

Wallahu a'lam bish showab.


*sebuah renungan dan pengingat untuk diri yang lemah ini




Jumat, 10 Juli 2015

Kisah Inspiratif : Dewasa Itu Pilihan


Suatu hari, Ibuku bangun pagi-pagi sekali, lalu bekerja keras sepanjang hari, dari menyiapkan makanan untuk kami sampai membereskan rumah tanpa dibantu oleh pembantu.

Sudah dari jam tujuh malam tadi Ibu selesai menghidangkan makan malam untuk Ayah dan kami, sangat sederhana sekali, hanya berupa telur mata sapi, tempe goreng, sambal teri dan nasi. Namun sayang, karena sibuk mengurusi adik kecilku yang terus merengek, tempe dan telur goreng yang dibuat oleh Ibuku pun agak sedikit gosong.

Saya melihat Ibu sedikit panik, tapi tidak bisa berbuat banyak, sementara minyak gorengnya sudah habis. Kami menunggu dengan tegang apa reaksi Ayah yang pulang kerja, pasti beliau sudah sangat capek, apalagi melihat makan malamnya hanya tempe dan telur yang gosong.

Luar biasa..!!! Ayah saya dengan tenang menikmati dan memakan semua yang disiapkan oleh Ibu dengan bibir tersenyum, dan bahkan beliau berkata, “Bu terima kasih ya..!“

Tak lama kemudian, Ayah saya terus menanyakan kegiatan saya dan adik saya di sekolah. Selesai makan, tepatnya di meja makan, saya mendengar Ibu meminta maaf kepada semuanya, karena telor dan tempe yang di sajikan itu gosong dan satu hal yang tidak pernah saya lupakan adalah apa yang Ayah katakan pada Ibu, “Sayang, gak apa-apa, malahan saya suka sekali dengan telor dan tempe yang gosong, kok.“

Sebelum tidur, saya pergi untuk memberikan ciuman selamat tidur kepada Ayah, kemudian saya bertanya, apakah Ayah benar-benar menyukai telur dan tempe yang gosong tadi ?

Heran dengan pertanyaan saya, tiba-tiba Ayah memeluk saya erat dengan kedua lengannya sambil berkata, “Anakku, Ibu sudah bekerja keras sepanjang hari dan dia benar-benar sudah sangat capek, Jadi sepotong telor dan tempe
yang gosong itu tidak akan menyakiti siapa pun, kan..!"

Ini pelajaran yang saya praktekkan di tahun-tahun berikutnya, “Belajar menerima kesalahan orang lain, adalah satu kunci yang sangat penting untuk menciptakan sebuah hubungan yang sehat, bertumbuh dan abadi."

"Ingatlah, emosi tidak akan pernah menyelesaikan masalah yang ada, jadi selalulah berpikir yang dewasa.“

Mengapa sesuatu hal itu bisa terjadi, karena ini pasti punya alasannya sendiri.

Dan janganlah kita menjadi orang yang egois dan hanya mau dimengerti, tapi tidak mau mengerti dengan keadaan orang lain.

“Tua itu pasti, tapi Dewasa itu PILIHAN.“
Sumber: alkisaah

Kamis, 02 Juli 2015

Memakna Ramadhan sebagai Bulan Penuh Ampunan


Tak terasa bulan Ramadhan kini tengah melampaui separuh perjalanan. Ditandai dengan sinar sang dewi malam yang memancarkan cahaya begitu terangnya menyapa ke seluruh atap bumi. Harus sedih atau senang?

Bulan mulia penuh rahmat dan ampunan yang selama sebelas bulan lamanya dinanti oleh para penduduk muslim di seantero negeri, kini perlahan bergerak meninggalkan diri yang penuh alpa ini. Sejauh mana aktvitas  yang telah mewarnai hari-hari kita di separuh perjalanan ini? Penuh amalan ibadah kebaikan ataukah sebaliknya? Mari kita renungkan dalam hati.

Mari sejenak merenung, tentang dosa-dosa yang masih melekat.
Renungkanlah, bahwa tiap maksiat ataupun dosa yang manusia lakukan, meski tak ada seorang pun yang melihatnya, ingatlah bahwa tak ada yang luput dari pengawasan-Nya. Namun, sebagai manusia biasa kita tak perlu mengasingkan diri, menyepi hingga ke goa untuk menghindarinya. Karena godaan pada tiap muslim untuk melakukan maksiat tak memandang waktu dan tempat.

Hal terpenting yang harus dilakukan adalah perlunya setiap muslim mempertebal iman kepada Allah SWT dan berniat untuk tidak melakukan maksiat maupun dosa yang dilarang oleh-Nya.

Sebagai manusia biasa, kita pasti tak luput dari dosa, baik yang disengaja atau pun tidak. Ketika hal itu terjadimaka taubat adalah solusinya. Meminta ampun kepada-Nya dengan taubat nasuha, taubat yang sebenar-benarnya serta berjanji untuk tidak mengulanginya lagi. Taubat setiap saat hendaknya juga menjadi agenda rutin bagi setiap muslim, karena kita yakin bahwa Allah SWT Maha Pengampun atas tiap dosa yang kita lakukan asalkan kita mau bertaubat.

Sepenggal lirik yang menyayat hati, sebuah harapan pada-Nya.

Oh, Allah, aku bukanlah ahli surga
Juga tak mampu menahan siksa neraka

Kira-kira makna yang kutangkap dari penggalan syair itu adalah sebagai berikut:
aku bukanlah ahli surga karena dosaku yang menggunung tinggi, namun aku juga tak kuat menahan panasnya siksa api neraka, Ya Allah Ampunilah dosaku dan perkenankanlah aku masuk ke dalam surga-Mu. Aamiin.

Mari separuh waktu terakhir bulan penuh rahmat dan ampunan ini kita maksimalkan ibadah, melakukan kebaikan yang bisa kita lakukan serta berdo dan memohon ampunan-Nya.

Jangan biarkan, waktu berharga ini terbuang sia-sia.

Jadikan tiap detiknya bermakna, karena ia begitu berharga.
#Ramadhan

 Wallahu a'lam bishshowab.

*Sepenggal intisari dari kultum tarawih malam ke 16 Ramadhan @ MUA