Sabtu, 11 April 2015

Belajar dari pengalaman: "Amalkan Ilmu Agar Tak Lupa"


Ketika ada sebuah lowongan pekerjaan, maka  seringkali para pelamar kerja akan dihadapkan pada tahapan-tahapan seleksi, baik itu berupa tes tertulis maupun wawancara. Seleksi tersebut bertujuan untuk melihat kualitas dari para pelamar. Baik untuk melihat kedalaman ilmu yang dimiliki maupun untuk melihat karakter dan kepribadian para pelamar kerja. Sehingga pada akhirnya dapat terlihat siapa yang memiliki kualitas terbaik, maka dialah yang akan terpilih.

Seperti pengalamanku waktu pertama kali mengikuti tes wawancara seleksi kerja. Ada beberapa poin pertanyaan yang diajukan oleh pewawancara. Diantaranya informasi data diri dan karakter diri, keluarga, pertanyaan seputar ilmu yang dikuasai, minat dan hobi, pengalaman organisasi dan seputar ilmu agama (jika melamar kerja di lembaga berbasis agama, misalnya lembaga pendidikan berbasis agama).

Dalam wawancara tersebut, biasanya pertanyaan yang diajukan mengacu pada data yang kita kumpulkan, diantaranya dari daftar riwayat hidup dan transkrip nilai. Melalui data daftar riwayat hidup, biasanya pewawancara akan mengorek lebih dalam tentang data diri, pengalaman organisasi dan juga hobi. Melalui transkrip nilai, pewawancara bisa melihat gambaran umum tentang ilmu yang dikuasai oleh pelamar. Biasanya pewawancara akan menanyakan bagian mana dari ilmu yang paling dikuasai oleh pelamar, maka disini kita harus hati-hati. Mantapkan diri untuk menjawab, karena bisa jadi pertanyaan yang diajukan adalah bagian yang nilainya paling rendah dari hal yang kita sukai. Namun, yakin saja selama kita memperoleh nilai tersebut melalui cara dan proses yang benar, maka insyaAllah kelak akan diberi kemudahan.

Ketika tidak semua pertanyaan bisa kita jawab, maka sampaikan saja kepada pewawancara dengan cara yang baik daripada kita mengarang jawaban yang tidak ada dasarnya. Untuk pertanyaan yang belum bisa kita jawab karena lupa, maka ada baiknya selesai wawancara harus kita cari jawaban yang benar dari pertanyaan tersebut. Ya, mungkin karena ilmu yang kita peroleh lama tak kita amalkan, maka jadinya lupa. Untuk itu perlu adanya tekad untuk senantiasa mengamalkan ilmu yang diperoleh, tak harus di dalam ruangan kerja, namun bisa juga melalui tulisan yang kita buat agar bisa bermanfaat bagi orang lain dan kita pun tak lupa. Karena ilmu yang dibagikan itu sejatinya tak mengurangi ilmu yang kita punya, melainkan Allah akan menambahnya dengan ilmu lain yang belum kita miliki.

Bahasa tubuh menurutku juga cukup berpengaruh dalam sebuah proses wawancara. Sebisa mungkin kita bersikap ramah dan sopan selama mengikuti proses wawancara tersebut. Tetap berusaha bersikap tenang meski kadang kala rasa gugup melanda. Berikan senyum tulus pada pewawancara (yang wajar saja ya .... ), meskipun pada akhirnya kita belum berhasil setidaknya meninggalkan sebuah kesan yang baik. Karena dalam sebuah kompetisi pasti ada yang berhasil dan ada yang belum berhasil.

Selama kita menjalani tahapan-tahapan seleksi dengan cara dan proses yang benar, maka insyaAllah kelak akan diberi kemudahan. Mungkin memang tidak langsung berhasil dalam suatu wawancara, namun yakin bahwa kia akan berhasil di kesempatan berikutnya. Karena dari pengalaman tersebut kita bisa mengambil pelajaran yang berharga. 

Hal terpenting yang harus dilakukan adalah senantiasa meng-upgrade kualitas diri serta memperbanyak doa pada Illahi Robbi agar diberi petunjuk dan diberikan yang terbaik dalam segala hal. Karena baik menurut kita, belum tentu baik menurut Allah. Begitu pula buruk menurut kita, belum tentu buruk menurut Allah. Hal yang harus dilakukan adalah menjalani tiap aktivitas positif kita dengan sepenuh hati. Yakinlah selalu ada makna dibalik pristiwa yang Ia hadirkan. 

Mengenang sekeping puzzle pengalaman di Batang,  10 April 2015.



Minggu, 05 April 2015

Pentingnya Membiasakan Anak untuk Mengkonsumsi Makanan dan Minuman Halal Sejak Dini





Pentingnya Membiasakan Anak untuk Mengkonsumsi Makanan dan Minuman Halal Sejak Dini

 oleh Niken Harena

Halal adalah sebuah kata yang wajib ada dalam makanan dan minuman yang akan dikonsumsi oleh seorang muslim. Karena kata halal adalah sebuah jaminan bahwa bahan maupun proses pengolahan makanan tersebut menggunakan bahan-bahan dan cara yang sesuai dengan yang diperbolehkan oleh Allah.
Anak adalah sebuah aset peradaban yang sangat berharga, karena kelak ia akan tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang akan berperan dalam membangun peradaban selanjutnya. Maka dari itu ia harus dipersiapkan sejak dini baik dari segi kesehatannya, pendidikannya, interaksi sosialnya, dan yang terpenting adalah tentang ajaran agamanya.
Dewasa ini makanan dan minuman kemasan yang beredar di pasaran semakin banyak. Baik yang tersedia di toko-toko, swalayan, maupun pasar tradisional. Banyaknya makanan dan minuman kemasan yang beredar biasanya berpenampilan menarik dengan warna-warna yang mencolok, sehingga menarik perhatian anak-anak untuk membelinya. Sebaga orang dewasa, tentunya kita sudah paham bahwa tidak semua makanan dan minuman kemasan yang beedar tersebut aman dikonsumsi. Maka dari itu kita harus selektif dalam memilih makanan dan minuman untuk anak maupun adik kita.
Makanan yang halal dan baik tentunya akan bermanfaat untuk tubuh dan baik untuk kesehatan. Begitu juga sebaliknya, jika makanan yang masuk ke dalam tubuh mengandung zat-zat yang berbahaya, maka akan berakibat buruk bagi kesehatan tubuh.  
Adanya pemahaman tentang makanan dan minuman yang halal secara agama Islam, akan sangat membantu seseorang dalam memilih makanan maupun minuman yang boleh dikonsumsi. Salah satunya adalah dengan cara mengenalkan anak-anak dengan makanan dan minuman yang halal sejak dini melalui simbol halal yang ada pada kemasan makanan.
Seperti yang diajarkan di sebuah lembaga Pendidikan Anak Usia Dini Islam Terpadu di sekitar lingkungan tempat tinggalku di Semarang. Disana para siswa diajarkan untuk membawa bekal minuman, snack dan makan siang dari rumah, salah satu alasannya adalah agar orang tua bisa mengontrol apa yang akan dikonsumsi oleh anaknya.
Sebelum snack dikonsumsi, ada sesi pemeriksaan terlebih dahulu oleh para guru. Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mengecek apakah snack kemasan yang dibawa oleh para siswa ada label halalnya atau tidak. Jika snack tersebut ada label halalnya maka boleh langsung dikonsumsi tentunya setelah berdo’a terlebih dahulu. Namun jika tidak, maka siswa tersebut diberikan pengarahan agar di hari kemudian membawa snack yang ada label halal MUI (Majlis Ulama Indonesia).
Begitulah salah satu cara mengenalkan dan membiasakan anak-anak akan pentingnya mengkonsumsi makanan atau minuman yang halal sejak dini. Agar ketika mereka tumbuh semakin dewasa, mereka sudah paham tentang pentingnya makanan halal bagi tubuh seorang muslim. Bagi ayah dan bunda yang masih memiliki anak batita maupun balita, atau para kakak yang masih punya adik batita atau balita selamat mempraktikkannya di rumah. Semoga bermanfaat.



Jumat, 03 April 2015

Belajar dari Anak-anak Usia Dini


Gerakannya lincah, sukanya lari-lari kian kemari.
Tak kenal lelah tuk bergerak, meski usianya masih dini.
Tak nampak raut ketakutan di wajahnya kala menaiki tangga-tangga dan ayunan.
Melihat senyum dan tawa mereka adalah sebuah kebahagiaan.
Bercengkerama bersama teman-teman, meski kadang muncul tangis disela-sela tawa, namun itu hanya sementara, sejenak terlupa tanpa ada dendam yang tertinggal.
Begitulah dunia anak-anak, selalu menunjukkan sebuah keceriaan, sebuah kebahagiaan.

Belajar dari anak-anak agar tak pernah menyimpan dendam di jiwa, jika ada salah maka maafkanlah.
Jangan biarkan batin tersiksa oleh hal yang tak berguna.

Duniaku sekarang akrab dengan dunia anak-anak, dimana mereka masih suka meniru lingkungan sekitarnya, maka aku pun harus berjuang memberi contoh yang baik. Karena usia mereka adalah usia emas untuk menanamkan karakter yang baik.

Bersama mereka banyak yang bisa kupelajari, menambah pengalamanku tentang cara mengenalkan-Nya pada anak-anak dari cara-cara sederhana dan menyenangkan yang semoga kelak bisa bermanfaat bagi diriku maupun lingkungan sekitarku.

Hal terpenting adalah telah kudapatkan ridho dari ayah dan ibu untuk tiap aktivitasku.
Terima kasih telah memberiku pesan "niatkan tiap aktivitas untuk ibadah pada-Nya" yang menjadi sebuah motivasi tersendiri.

Ingatlah selalu niatkan Lillah maka tak lelah. :)

Semangat!!

Rabu, 04 Maret 2015

Akhir yang Sejatinya Sebuah Awal

Alhamdulillah akhirnya berhasil juga mengakhirinya dengan indah ... :)
Meski tahap ini telah berakhir, namun sejatinya ini adalah tahap awal untukku berjuang di dunia yang sesungguhnya. Menebar bnih-benih kebaikan dan kebermanfaatan dimana pun kelak aku berada. Semoga ilmu yang telah kupelajari mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Karena sejatinya hanya Ia yang Maha Mengetahui. Terima kasih untuk-Nya, untuk Rasul-Nya juga untuk ayah, ibu, adik, keluarga, bapak dan ibu guru juga dosen, ustad dan ustadzah serta para sahabat dan semua orang-orang yang telah banyak membantu dan memberi warna dalam hidupku, menuntunku menjadi manusia yang lebih baik. Terima kasih telah bersedia menjadi bagian dari keping-keping puzzle hidupku. Semoga Allah memberikan balasan terbaik untuk kalian semua. Aamiin. :)

Tetaplah bergerak dalam kebaikan karena-Nya! 



Selasa, 03 Februari 2015

Setapak Jejak Karyaku di 2014 :)

Alhamdulillah di tahun 2014 kemarin sudah ada lima karyaku hasil mengikuti event bersama teman-teman dalam grup menulis yang diterbitkan oleh penerbit minor (self publishing) dalam sebuah buku antologi. Empat diantaranya adalah puisi sedangkan satu buku berupa surat cinta untuk Ibu. Untuk cerpennya belum lolos, semoga di tahun 2015 ini bisa lolos terbit antologi cerpen dan tulisan inspirasi penerbit mayor. Aamiin. :)








Kamis, 08 Januari 2015

Semangat!


Seringkali ketika kita atau teman kita akan menghadapi sebuah ujian atau tantangan, kita mengucapkan kata favorit "semangat!" Sebuah kata sederhana namun memiliki energi yang luarbiasa.
Semangat bisa diartikan sebagai sebuah kemauan untuk berjuang. Berjuang dalam hal apa pun, tentunya yang positif.
Berjuang serdiri memiliki arti berusaha sekuat tenaga dalam memperjuangkan sesuatu. Seseorang yang memiliki semangat, berarti ia tengah menempatkan dirinya untuk berusaha sekuat tenaga dalam memperjuangkan sesuatu dan siap menghadapi tiap tantangan yang menghadang.

Semangat terbesar dapat kita peroleh dari dalam diri kita sendiri. Ketika kita telah memiliki tekad yang kuat dalam memperjuangkan sesuatu, maka ketika ada tantangan kita tak kan lari namun berusaha menghadapi dan mencari solusi. Sementara orang lain hanya bisa menambahi atau mengurangi kadar semangat kita.

Kadar semangat bisa bertambah ketika orang lain, katakanlah teman atau sahabat kita memberikan ucapan, ataupun kalimat-kalimat yang positif atas perjuangan yang tengah kita lakukan. Sebaliknya kadar semangat bisa saja berkurang ketika ada orang lain yang meremehkan perjuangan yang tengah kita lakukan.
Namun, yang dapat menentukan bertambah atau berkurangnya kadar semangat kita adalah diri kita sendiri.

Ketika kita mampu mempertahankan semangat kita pada kondisi yang baik dan stabil, maka kita akan lebih mudah dalam melanjutkan perjuangan.

Untuk mempertahankan bahkan meningkatkan kadar semangat kita dalam berjuang, hendaknya kita senantiasa mengingat kembali tujuan serta langkah-langkah perjuangan yang telah kita tempuh. Karena tiap perjuangan terlalu sayang untuk ditinggalkan sebelum kita memperjuangkan hingga akhir. Hasil akhirnya kita serahkan pada Allah SWT. Yakinlah ketika kita sudah memberikan sebaik-baiknya usaha, maka hasil akhir tak kan menghianati usaha kita. Insya Allah.

Serta yang terpenting adalah hendaknya kita senantiasa bersyukur, berdoa dan berharap agar Allah SWT senantiasa membersamai langkah-langkah perjuangan kita. Karena yang kita peroleh saat ini sejatinya adalah atas karunia-Nya.

Dan ingatlah selalu kalimat motivasi:
"Man Jadda Wajada!"
"Barangsiapa bersungguh-sungguh, ia akan berhasil."

Semangat kawan!



Selasa, 06 Januari 2015

Liburanku



Apa yang terlintas dibenak kawan-kawan ketika mendengar kata liburan?
Senang, gembira, atau bahagia? (sama aja kali.. :D)

Barangkali sebagian besar dari kita merasa senang karena ada waktu untuk istirahat atau bersantai ria setelah padatnya agenda dihari-hari sebelumnya. Apalagi ketika waktu liburan sekolah tiba, bagi keluarga yang memiliki anggota keluarga masih berstatus sebagai pelajar atau mahasiswa, juga anggota keluarga yang bekerja sebagai guru, liburan sekolah adalah momen yang tepat untuk bersantai bersama keluarga. Meskipun yang terpenting adalah kebersamaan bukan dimana tempatnya kita berkumpul, namun tak ada salahnya jika kita mengisi liburan dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat di tempat lain selain di rumah.

Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengisi waktu liburan bersama keluarga. Diantaranya berkunjung ke rumah keluarga yang tempat tinggalnya cukup jauh dari rumah, misalnya rumah kakek dan nenek yang lingkungannya masih berupa alam yang asri, masak makanan kesukaan bersama-sama keluarga dan pergi berwisata ke tempat wisata yang belum pernah dikunjungi.
 
Yupz, ketiga hal tersebut yang saya dan keluarga lakukan untuk mengisi waktu liburan di tiga hari terakhir masa liburan.  Liburan sekolah kami isi dengan berkunjung ke rumah kakek dan nenek yang berada di Purworejo. Sepanjang perjalanan, gerimis rintik-rintik menemani perjalanan kami. Allhamdulillah, meskipun perjalanan jauh, keluarga kami berusaha menjaga agar dapat sholat di awal waktu. Sehingga kami sudah hafal, beberapa masjid dan mushola maupun pom bensin yang ada tempat shalatnya yang sering kami singgahi. Disalah satu pom yang kami kunjungi, kami sempat membeli Bakso Berkah Mas Gondrong, rasanya enak dan isinya cukup unik dan komplit, tidak seperti bakso-bakso biasanya. Tepat sebelum adzan maghrib berkumandang, kami tiba di rumah kakek dan nenek.

Sesampainya disana kami disambut dengan hangat oleh kakek dan nenek serta lingkungan rumah yang asri. Halaman rumah dipenuhi dengan tanaman-tanaman hijau berhiaskan warna-warni bunga, serta gemericik suara air sungai dari samping rumah menambah syahdu suasana yang membuat kami betah berlama-lama disana. Segelas teh panas ditemani sekeping gula kelapa asli, cukup memberi rasa hangat di sore hari yang dingin.

Keesokan harinya, setelah sarapan, kami bersiap pergi bersilaturahmi ke tempat saudara yang tempat tinggalnya tak terlalu jauh dari rumah kakek dan nenek. Sepulang dari sana, kami menyempatkan diri untuk bersantai sejenak di alun-alun kota Purworejo, berbincang dan menikmati suasana serta membeli beberapa barang-barang keperluan, diantaranya minyak goreng dan lampu. Mengapa minyak goreng? Karena rencananya ibu, saya dan adik setelah ini akan membuat keripik talas. Mengapa lampu? Karena rencananya ayah akan mengganti lampu belakang rumah yang padam.

Sesampainya di rumah kakek dan nenek, kami langsung melanjutkan agenda yang telah direncanakan. Saya, Adik dan Ibu langsung menyiapkan alat dan bahan untuk membuat keripik talas.  Masing-masing dari kami mendapat tugas. Ibu bertugas mengupas, mencuci dan mengiris uni talas. Adik bertugas menyiapkan bumbu untuk memberi rasa asin dan gurih pada keripik talas yang akan kami buat. Sementara Saya bertugas untuk menggoreng keripik talas dan menjaga nyala api. Khusus untuk menyalakan api, saya dibantu Nenek. Kenapa nyala apinya harus dijaga? Karena di tempat Kakek dan Nenek masih menggunakan tungku api berbahan bakar kayu. Meskipun ada kompor gas, namun memasak menggunakan tungku memberi kesan tersendiri, diantaranya panas api menyebar secara merata dan masakan dapat matang secara sempurna.
Sementara kami para perempuan tengah sibuk di dapur, Ayah dan Kakek sibuk memasang beberapa lampu.
Mengganti lampu yang padam dengan lampu yang baru. Setelah sekitar satu jam berlalu, kami menikmati keripik talas yang telah matang ditemani dengan segelas teh panas.

Hari terakhir liburan, kami berencana pulang ke rumah yang di Batang. Di tengah perjalanan kami mampir ke Taman Kyai Langgeng yang ada di Magelang. Alhamdulillah tempatnya indah dan menyenangkan. Liburan sekolah kali ini, memberi kesan yang mendalam.