Senja ....
Hadirnya selalu membawa aura kehangatan
Lewat semburat sinarnya dari balik birunya awan
Menelisik, masuk dalam ruang, mencipta renungan
Jika menurut orang lain, saat ini hidupmu masih biasa, tak ada yang bisa dibanggakan
Maka tak perlu kau risaukan, sebab bahagiamu hadir dari sepotong syukur yang kau hadirkan
Jika hingga detik ini kau merasa bukan apa-apa, bukan siapa-siapa
Maka tak perlu sedih kau hadirkan, sebab yang terpenting adalah belajar menjadi sebaik-baik hamba-Nya
Tak perlu resah, tak perlu gelisah karena ucapan yang orang lain hadirkan
Hiasi hari dengan rentetan aktivitas kebaikan, hadapi dengan senyum, penuh keikhlasan
Sebab bagian terpenting dalam hidup, bukan tentang kamu menjadi apa.
Tapi, seberapa banyak manfaat yang sudah kau sebarkan pada sesama.
Juga seberapa banyak amal ibadah yang sudah kau persiapkan untuk menghadap-Nya.
#kepingPuzzle
Kehidupan laksana puzzle, tersusun atas kepingan-kepingan yang saling melengkapi, yang gambar indahnya tak kan sempurna jika ada salah satu keping yang hilang.
Rabu, 13 Mei 2015
Sabtu, 25 April 2015
Materi Fisika Arus, Hambatan, Tegangan dan Hukum Ohm
Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir tiap satuan waktu. Muatan listrik bisa mengalir melalui kabel atau penghantar listrik lainnya.
I = Q/T
Pada zaman dulu, arus konvensional didefinisikan sebagai aliran muatan positif, sekalipun kita sekarang tahu bahwa arus listrik itu dihasilkan dari aliran elektron yang bermuatan negatif ke arah yang sebaliknya.
Satuan SI untuk arus listrik adalah ampere (A).
2. Hambatan
Hambatan listrik adalah perbandingan antara tegangan listrik dari suatu komponen elektronik (misalnya resistor) dengan arus listrik yang melewatinya. Hambatan listrik dapat dirumuskan sebagai berikut:
R = V/I
atau
di mana V adalah tegangan dan I adalah arus.
Satuan SI untuk Hambatan adalah Ohm (R).
3. Tegangan
Tegangan listrik (kadang disebut sebagai Voltase) adalah perbedaan potensi listrik antara dua titik dalam rangkaian listrik, dinyatakan dalam satuan volt. Besaran ini mengukur energi potensial sebuah medan listrik untuk menyebabkan aliran listrik dalam sebuah konduktor listrik. Tergantung pada perbedaan potensi listrik satu tegangan listrik dapat dikatakan sebagai ekstra rendah, rendah, tinggi atau ekstra tinggi.
V= I .R
Satuan SI untuk Tegangan adalah volt (V).
Hukum Ohm
Hukum Ohm
Hukum Ohm menyatakan :
“
Kuat arus listrik yang mengalir pada suatu penghantar, sebanding dengan
beda potensial antara kedua ujung penghantar itu, asal suhunya tidak
berubah”
Dari pernyataan yang disampaikan oleh George Simon Ohm ini, berarti semakin besar beda potensial antara ujung-ujung suatu penghantar, semakin besar pula kuat arus listrik yang mengalir.
Jika beda potensial kita beri lambang V dan kuat arus listrik kita beri lambang I, maka dapat kita tuliskan :
I ~ V dibaca: I sebanding dengan V
Hambatan dalam Rangkaian 1
Materi :
Hambatan dalam Rangkaian
Ada
sebuah penemuan yang sangat cemerlang yang dilakukan oleh George Simon
Ohm dalam percobaan seperti yang telah kamu kerjakan sebelum ini. Dalam
percobaan itu, G.Simon Ohm melihat adanya kecenderungan pada nilai
perbandingan antara beda potensial dengan kuat arus listrik yang
mengalir. George Simon Ohm melihat bahwa nilai perbadingan antara beda
potensian(V) dengan kuat arus yang mengalir(I) cenderung menunjukkan
angka yang sama.
1. Saklar.
2. Baterai 2, baterai 3, baterai 4.
Dapatkah
kamu melihat kecenderungan nilai perbandingan V dan I seperti yang
George Simon Ohm katakan? Coba kamu menghitung nilai V dibagi I pada
setiap baris dalam tabel tersebut. Kamu menemukan angka yang sama bukan?
Ya, nilai
bukan?
Hambatan dalam Rangkaian 2
Materi :
Nilai perbandingan antara V dan I pada percobaan diatas menunjukkan angka yang sama yaitu 2. Meskipun jumlah
baterai terus ditambah, tetapi nilai perbandingan antara beda
potensial(V) dan kuat arus listrik(I) selalu tetap 2. Pertanyaannya
sekarang adalah, apakah nilai perbandingan ini akan selalu 2 meskipun
kita ganti lampu yang jenisnya lain?
Untuk
dapat menyimpulkan hal ini, maka marilah kita melakukan percobaan itu
tetapi dengan menggunakan lampu yang jenisnya lain. Coba lakukan
percobaan berikut dengan langkah-langkah seperti percobaan terdahulu.
Klik
pada saklar dan pada baterai. Setiap sehabis mengklik, amatilah nyala
lampu, angka pada voltmeter dan ampermeter serta angka-angka yang muncul
paa tabel.
1. Klik saklar
2. Klik baterai 2, baterai 3 dan baterai 4
Berarti
nilai perbandingan antara V dan I selalu sama, tetapi besar nilai
perbandingan ini tergantung dari lampu yang dipergunakan. Oleh George
Simon Ohm, nilai-nilai perbandingan antara V dan I ini diberi nama “resistansi ( hambatan)” disingkat “R” dan diberi lambang:
Hambatan dalam Rangkaian 3
Materi :
Lalu apakah satuan untuk nilai R? Untuk kita dapat menjawab pertanyaan ini, maka kita dapat mempergunakan rumus diatas.
Satuan
diberi nama lain yaitu “ohm atau Ω ” untuk menghormati jasa George Simon Ohm.
Rumus ini dikenal dengan nama rumus hukum ohm.
Karena
, maka untuk menghitung besar V, kita dapat mengubah rumus ini menjadi: V = R . I
Untuk menghitung besar I, kita dapat mengubah rumus ini menjadi:
Nah,
dengan mempergunakan rumus-rumus ini orang dapat membuat berbagai
rangkaian listrik seperti yang dikehendakinya. Instalasi rumah, sirkuit
rangkaian listrik pada alat-alat listrik dan sebagainya.
Rangkuman
Rangkuman
1. Kuat arus listrik yang mengalir pada suatu penghantar, sebanding dengan beda potensial antara kedua ujung penghantar itu.
Artinya,
semakin besar beda potensial antara kedua ujung suatu penghantar,
semakin besar pula kuat arus listrik yang akan mengalir pada penghantar
itu.
2. Nilai
perbandingan antara beda potensial antara ujung ujung suatu penghantar
dengan besar kuat arus yang mengalir pada penghantar tersebut disebut
RESISTANSI, diberi lambang R.
3. Satuan R(resistansi) adalah volt/ampere dan diberi nama lain ohm, ditulis Ω.
4. Rumus untuk menghitung hambatan listrik pada rangkaian listrik adalah:
R = V/I
5. Karena R = V/I, maka untuk menghitung besar beda potensial dan kuat arus listrik dapat menggunakan rumus:
V = I . R dan I = V/R
Sumber:
sumberbelajar.belajar.kemdikbud.go.id
taghyr.wordpress.com
Sabtu, 11 April 2015
Belajar dari pengalaman: "Amalkan Ilmu Agar Tak Lupa"
Ketika ada sebuah lowongan pekerjaan, maka seringkali para pelamar kerja akan dihadapkan pada tahapan-tahapan seleksi, baik itu berupa tes tertulis maupun wawancara. Seleksi tersebut bertujuan untuk melihat kualitas dari para pelamar. Baik untuk melihat kedalaman ilmu yang dimiliki maupun untuk melihat karakter dan kepribadian para pelamar kerja. Sehingga pada akhirnya dapat terlihat siapa yang memiliki kualitas terbaik, maka dialah yang akan terpilih.
Seperti pengalamanku waktu pertama kali mengikuti tes wawancara seleksi kerja. Ada beberapa poin pertanyaan yang diajukan oleh pewawancara. Diantaranya informasi data diri dan karakter diri, keluarga, pertanyaan seputar ilmu yang dikuasai, minat dan hobi, pengalaman organisasi dan seputar ilmu agama (jika melamar kerja di lembaga berbasis agama, misalnya lembaga pendidikan berbasis agama).
Dalam wawancara tersebut, biasanya pertanyaan yang diajukan mengacu pada data yang kita kumpulkan, diantaranya dari daftar riwayat hidup dan transkrip nilai. Melalui data daftar riwayat hidup, biasanya pewawancara akan mengorek lebih dalam tentang data diri, pengalaman organisasi dan juga hobi. Melalui transkrip nilai, pewawancara bisa melihat gambaran umum tentang ilmu yang dikuasai oleh pelamar. Biasanya pewawancara akan menanyakan bagian mana dari ilmu yang paling dikuasai oleh pelamar, maka disini kita harus hati-hati. Mantapkan diri untuk menjawab, karena bisa jadi pertanyaan yang diajukan adalah bagian yang nilainya paling rendah dari hal yang kita sukai. Namun, yakin saja selama kita memperoleh nilai tersebut melalui cara dan
proses yang benar, maka insyaAllah kelak akan diberi kemudahan.
Ketika tidak semua pertanyaan bisa kita jawab, maka sampaikan saja kepada pewawancara dengan cara yang baik daripada kita mengarang jawaban yang tidak ada dasarnya. Untuk pertanyaan yang belum bisa kita jawab karena lupa, maka ada baiknya selesai wawancara harus kita cari jawaban yang benar dari pertanyaan tersebut. Ya, mungkin karena ilmu yang kita peroleh lama tak kita amalkan, maka jadinya lupa. Untuk itu perlu adanya tekad untuk senantiasa mengamalkan ilmu yang diperoleh, tak harus di dalam ruangan kerja, namun bisa juga melalui tulisan yang kita buat agar bisa bermanfaat bagi orang lain dan kita pun tak lupa. Karena ilmu yang dibagikan itu sejatinya tak mengurangi ilmu yang kita punya, melainkan Allah akan menambahnya dengan ilmu lain yang belum kita miliki.
Bahasa tubuh menurutku juga cukup berpengaruh dalam sebuah proses wawancara. Sebisa mungkin kita bersikap ramah dan sopan selama mengikuti proses wawancara tersebut. Tetap berusaha bersikap tenang meski kadang kala rasa gugup melanda. Berikan senyum tulus pada pewawancara (yang wajar saja ya .... ), meskipun pada akhirnya kita belum berhasil setidaknya meninggalkan sebuah kesan yang baik. Karena dalam sebuah kompetisi pasti ada yang berhasil dan ada yang belum berhasil.
Selama kita menjalani tahapan-tahapan seleksi dengan cara dan proses yang benar, maka insyaAllah kelak akan diberi kemudahan. Mungkin memang tidak langsung berhasil dalam suatu wawancara, namun yakin bahwa kia akan berhasil di kesempatan berikutnya. Karena dari pengalaman tersebut kita bisa mengambil pelajaran yang berharga.
Hal terpenting yang harus dilakukan adalah senantiasa meng-upgrade kualitas diri serta memperbanyak doa pada Illahi Robbi agar diberi petunjuk dan diberikan yang terbaik dalam segala hal. Karena baik menurut kita, belum tentu baik menurut Allah. Begitu pula buruk menurut kita, belum tentu buruk menurut Allah. Hal yang harus dilakukan adalah menjalani tiap aktivitas positif kita dengan sepenuh hati. Yakinlah selalu ada makna dibalik pristiwa yang Ia hadirkan.
Mengenang sekeping puzzle pengalaman di Batang, 10 April 2015.
Minggu, 05 April 2015
Pentingnya Membiasakan Anak untuk Mengkonsumsi Makanan dan Minuman Halal Sejak Dini
Pentingnya
Membiasakan Anak untuk Mengkonsumsi Makanan dan Minuman Halal Sejak Dini
oleh Niken Harena
Halal adalah sebuah kata yang
wajib ada dalam makanan dan minuman yang akan dikonsumsi oleh seorang muslim.
Karena kata halal adalah sebuah jaminan bahwa bahan maupun proses pengolahan
makanan tersebut menggunakan bahan-bahan dan cara yang sesuai dengan yang
diperbolehkan oleh Allah.
Anak adalah sebuah aset peradaban
yang sangat berharga, karena kelak ia akan tumbuh dan berkembang menjadi
manusia yang akan berperan dalam membangun peradaban selanjutnya. Maka dari itu
ia harus dipersiapkan sejak dini baik dari segi kesehatannya, pendidikannya,
interaksi sosialnya, dan yang terpenting adalah tentang ajaran agamanya.
Dewasa ini makanan dan minuman
kemasan yang beredar di pasaran semakin banyak. Baik yang tersedia di
toko-toko, swalayan, maupun pasar tradisional. Banyaknya makanan dan minuman
kemasan yang beredar biasanya berpenampilan menarik dengan warna-warna yang
mencolok, sehingga menarik perhatian anak-anak untuk membelinya. Sebaga orang
dewasa, tentunya kita sudah paham bahwa tidak semua makanan dan minuman kemasan
yang beedar tersebut aman dikonsumsi. Maka dari itu kita harus selektif dalam
memilih makanan dan minuman untuk anak maupun adik kita.
Makanan yang halal dan baik
tentunya akan bermanfaat untuk tubuh dan baik untuk kesehatan. Begitu juga
sebaliknya, jika makanan yang masuk ke dalam tubuh mengandung zat-zat yang
berbahaya, maka akan berakibat buruk bagi kesehatan tubuh.
Adanya pemahaman tentang makanan
dan minuman yang halal secara agama Islam, akan sangat membantu seseorang dalam
memilih makanan maupun minuman yang boleh dikonsumsi. Salah satunya adalah
dengan cara mengenalkan anak-anak dengan makanan dan minuman yang halal sejak
dini melalui simbol halal yang ada pada kemasan makanan.
Seperti yang diajarkan di sebuah
lembaga Pendidikan Anak Usia Dini Islam Terpadu di sekitar lingkungan tempat tinggalku
di Semarang. Disana para siswa diajarkan untuk membawa bekal minuman, snack dan
makan siang dari rumah, salah satu alasannya adalah agar orang tua bisa
mengontrol apa yang akan dikonsumsi oleh anaknya.
Sebelum snack dikonsumsi, ada
sesi pemeriksaan terlebih dahulu oleh para guru. Pemeriksaan tersebut bertujuan
untuk mengecek apakah snack kemasan yang dibawa oleh para siswa ada label
halalnya atau tidak. Jika snack tersebut ada label halalnya maka boleh langsung
dikonsumsi tentunya setelah berdo’a terlebih dahulu. Namun jika tidak, maka
siswa tersebut diberikan pengarahan agar di hari kemudian membawa snack yang
ada label halal MUI (Majlis Ulama Indonesia).
Begitulah salah satu cara
mengenalkan dan membiasakan anak-anak akan pentingnya mengkonsumsi makanan atau
minuman yang halal sejak dini. Agar ketika mereka tumbuh semakin dewasa, mereka
sudah paham tentang pentingnya makanan halal bagi tubuh seorang muslim. Bagi
ayah dan bunda yang masih memiliki anak batita maupun balita, atau para kakak
yang masih punya adik batita atau balita selamat mempraktikkannya di rumah.
Semoga bermanfaat.
Jumat, 03 April 2015
Belajar dari Anak-anak Usia Dini
Gerakannya lincah, sukanya lari-lari kian kemari.
Tak kenal lelah tuk bergerak, meski usianya masih dini.
Tak nampak raut ketakutan di wajahnya kala menaiki tangga-tangga dan ayunan.
Melihat senyum dan tawa mereka adalah sebuah kebahagiaan.
Bercengkerama bersama teman-teman, meski kadang muncul tangis disela-sela tawa, namun itu hanya sementara, sejenak terlupa tanpa ada dendam yang tertinggal.
Begitulah dunia anak-anak, selalu menunjukkan sebuah keceriaan, sebuah kebahagiaan.
Belajar dari anak-anak agar tak pernah menyimpan dendam di jiwa, jika ada salah maka maafkanlah.
Jangan biarkan batin tersiksa oleh hal yang tak berguna.
Duniaku sekarang akrab dengan dunia anak-anak, dimana mereka masih suka meniru lingkungan sekitarnya, maka aku pun harus berjuang memberi contoh yang baik. Karena usia mereka adalah usia emas untuk menanamkan karakter yang baik.
Bersama mereka banyak yang bisa kupelajari, menambah pengalamanku tentang cara mengenalkan-Nya pada anak-anak dari cara-cara sederhana dan menyenangkan yang semoga kelak bisa bermanfaat bagi diriku maupun lingkungan sekitarku.
Hal terpenting adalah telah kudapatkan ridho dari ayah dan ibu untuk tiap aktivitasku.
Terima kasih telah memberiku pesan "niatkan tiap aktivitas untuk ibadah pada-Nya" yang menjadi sebuah motivasi tersendiri.
Ingatlah selalu niatkan Lillah maka tak lelah. :)
Semangat!!
Rabu, 04 Maret 2015
Akhir yang Sejatinya Sebuah Awal
Alhamdulillah akhirnya berhasil juga mengakhirinya dengan indah ... :)
Meski tahap ini telah berakhir, namun sejatinya ini adalah tahap awal untukku berjuang di dunia yang sesungguhnya. Menebar bnih-benih kebaikan dan kebermanfaatan dimana pun kelak aku berada. Semoga ilmu yang telah kupelajari mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Karena sejatinya hanya Ia yang Maha Mengetahui. Terima kasih untuk-Nya, untuk Rasul-Nya juga untuk ayah, ibu, adik, keluarga, bapak dan ibu guru juga dosen, ustad dan ustadzah serta para sahabat dan semua orang-orang yang telah banyak membantu dan memberi warna dalam hidupku, menuntunku menjadi manusia yang lebih baik. Terima kasih telah bersedia menjadi bagian dari keping-keping puzzle hidupku. Semoga Allah memberikan balasan terbaik untuk kalian semua. Aamiin. :)
Tetaplah bergerak dalam kebaikan karena-Nya!
Selasa, 03 Februari 2015
Setapak Jejak Karyaku di 2014 :)
Alhamdulillah di tahun 2014 kemarin sudah ada lima karyaku hasil mengikuti event bersama teman-teman dalam grup menulis yang diterbitkan oleh penerbit minor (self publishing) dalam sebuah buku antologi. Empat diantaranya adalah puisi sedangkan satu buku berupa surat cinta untuk Ibu. Untuk cerpennya belum lolos, semoga di tahun 2015 ini bisa lolos terbit antologi cerpen dan tulisan inspirasi penerbit mayor. Aamiin. :)
Langganan:
Postingan (Atom)
About |
Blog List |





