Minggu, 06 April 2014

Tersenyumlah




Tersenyumlah, meski hatimu sedang terluka. 

Tersenyumlah, kala dirimu sedang berduka. Karena sejatinya bukan hanya karna kau bahagia lalu tersenyum, namun tersenyumlah maka kau akan merasakan kebahagiaan. 

Tersenyumlah, karena senyum adalah sedekah yang paling mudah. 

Tersenyumlah, barangkali di seberang sana ada orang-orang yang bahagia ketika melihatmu tersenyum.

(Niken Harena 2014)

Sabtu, 05 April 2014

Belajar dari Burung Pipit





Pagi ini kulihat seekor burung pipit mematuk-matuk biji yang ukurannya bahkan lebih besar dari  paruhnya. Berkali-kali ia mencoba mematuk biji yang sedikit keras itu. Meski tak kunjung berhasil ia tetap berusaha hingga akhirnya biji itu tercengkeram dengan sempurna oleh paruhnya. Perilakunya terus kuamati.

Perlahan ia terbang tinggi menuju sebuah dahan pohon mahoni. Kemudian mendekati sebuah sarang dan perlahan diletakkannya biji itu pada sarangnya. Beberapa saat kemudian ia mematuk dan memunguti remah-remah bijian itu untuk disuapkan pada paruh anak-anaknya yang telah lama menanti.

Pagi ini kudapati satu pelajaran kehidupan dari seekor burung pipit.
Tentang perjuangan dan ketulusan kasih induk pada anaknya. Bahwa setiap manusia yang bergelar orang tua selalu memberikan dan menginginkan yang terbaik untuk anaknya.

Terima kasih Ibu, karena engkau telah merawatku dan mencurahkan kasih sayangmu untuk anakmu. Maafkan aku yang belum bisa memenuhi harapmu. 
Sampai kapan pun tak bisa ku membalas segala yang telah engkau berikan.
Doakan anakmu selalu Ibu, agar bisa menjadi wanita yang lembut dan pengasih sepertimu. Dan ku berdo'a semoga Allah SWT memberikan kesehatan, keberkahan hidup dan kasih sayang-Nya padamu, Ibu. Aamiin.

Terima kasih Ayah, telah membimbingku dan memberikan kepercayaan untukku dalam menentukan jalan hidupku. Maafkan anakmu yang belum bisa memenuhi harapmu. Doakan anakmu Ayah, agar selalu dalam jalan kebenaran dalam mengarungi samudera kehidupan. Dan ku berdo'a semoga Allah SWT memberikan kesehatan, keberkahan hidup dan kasih sayang-Nya padamu, Ayah. 
Aamiin.

" Jadilah wanita yang mampu menjaga diri, menjaga kesucian diri dimana pun engkau berada, Nak."
Kan ku ingat selalu pesanmu, Ibu.

"Jadilah seorang manusia yang dewasa, mampu mempertanggungjawabkan apa yang menjadi pilihanmu dan atas apa yang engkau kerjakan, jadilah seorang yang bertakwa pada Allah SWT."
Terima kasih Ayah, atas nasihatmu. Semoga ku bisa selalu menjaga dan menjadi anak yang soleha. 

Terima kasih Ibu, terima kasih ayah. Telah membesarkan kami, anak-anakmu. Semoga kami bisa mewujudkan apa yang menjadi harapanmu. Aamiin.


-Memoar suatu pagi di teras Masjid Baitul Alim FMIPA UNNES-


(Niken Harena 2013)



Kamis, 03 April 2014

Iman dan Inisiatif Kebaikan



Iman dan Inisiatif Kebaikan

            Iman adalah percaya. Percaya tentang suatu hal, yang diyakini dengan hati, diucapkan dengan lisan dan diaplikasikan dalam perbuatan. Dalam Islam, terdapat rukun iman yang terdiri dari enam hal. Iman yang pertama adalah iman kepada Allah SWT, ke-dua iman kepada malaikat-malaikat Allah, ke-tiga iman kepada kitab-kitab Allah, ke-empat iman kepada rasul-rasul Allah, ke-lima iman kepada hari akhir dan yang ke-enam iman kepada qodho dan qodar. Sudah menjadi kewajiban seorang muslim untuk mengimani hal tersebut.
            Iman seorang muslim senantiasa fluktuatif, kadang naik, kadang juga turun  karena seorang manusia diciptakan dengan memiliki hawa nafsu. Maka untuk melihat seberapa besar keimanan hamba-Nya, dalam perjalanan hidup di dunia, seorang muslim yang beriman akan senantiasa diuji oleh Allah SWT. Dengan adanya ujian tersebut dapat menentukan kualitas iman seseorang, apabila ia berhasil melewati ujian tersebut, maka kualitas keimanannya akan senantiasa naik dan siap menghadapi ujian berikutnya. Sebaliknya apabila ia belum berhasil, maka Allah SWT akan senantiasa mengujinya dengan hal yang tidak jauh berbeda. Seorang manusia yang beriman hendaknya senantiasa menjaga amalan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari, karena umur seseorang hanya Allah SWT yang tahu, maka sudah menjadi harapan setiap muslim untuk meninggal dalam keadaan baik (husnul khotimah).
            Dalam kehidupan sehari-hari hendaknya seorang mukmin senantiasa menjadi seorang yang memiliki inisiatif dalam kebaikan, dimana pun dan kapan pun. Banyak kebaikan yang dapat kita lakukan, mulai dari menyingkirkan batu atau ranting dari jalan yang dikhawatirkan dapat mengganggu orang lain yang melewatinya, melaksanakan amanah atau tanggung jawab dengan sebaik-baiknya, senyum kepada sudara sesama muslim, saling membantu apabila ada yang kesusahan dan masih banyak yang lainnya. Namun dalam kenyataannya tidak semua orang mau menjadi inisiator kebaikan, kebanyakan saling menunggu, membiarkan orang lain yang memberi contoh terlebih dahulu. Padahal Allah SWT akan membalas kebaikan seeorang dengan balasan yang berlipat, bahkan untuk kebaikan seberat biji zarrah pun.
            Untuk itu mari kita saling mengingatkan dalam kebaikan dan berusaha untuk menjadi inisiator kebaikan. Kebaikan yang dilandasi dengan keimanan kepada Allah, dengan niat hanya untuk Allah, bukan karena agar terlihat baik dimata manusia. Karena hal baik yang kita lakukan tak ada yang sia-sia, Allah SWT pasti akan memberikan balasan yang terbaik.

Rabu, 02 April 2014

Resep Sederhana


Alhamdulillah, siang ini cerah, membuatku semangat melangkah tanpa goyah. Siang ini agendaku adalah bertemu dengan dosen pembimbing skripsi. Setelah beberapa waktu menunggu, akhirnya bisa bertemu dengan Beliau, alhamdulillah. Siang ini kami tidak berdiskusi tentang skripsi, karena ternyata, "Bapak" bagitu aku biasa memanggil, telah membagi mahasiswa bimbingannya ke dalam kelompok-kelompok kecil dengan waku yang telah ditentukan. Jadwal bimbinganku dengan Bapak adalah setiap hari Kamis pukul 12.00-selesai. Semoga aku bisa memanfaatkan kesempatan yang telah Bapak berikan dengan sebaik-baiknya. Pokoknya harus selalu semangat mengejar mimpi dengan terus mendekat dan mengharap ridho-Nya.
Ok, sepertinya curhatnya cukup, mari lanjut ke bagian intinya. hehe ^_^

Kali ini aku ingin mengabadikan informasi yang baru saja aku terima, oleh-oleh disela-sela waktu bimbingan, yaitu tentang resep sederhana. Ada dua resep yang akan aku sampaikan. Pertama adalah resep asupan makanan untuk penderita gula darah tinggi dan  yang kedua adalah resep untuk meredakan batuk. Dua resep tersebut aku peroleh dari dua dosen putri di jurusanku. Sebenarnya resep yang pertama aku peroleh dari bimbingan pekan sebelumnya. Ok, segera saja kusampaikan resep sederhananya. Kusebut sederhana karena bahan-bahan yang digunakan dalam resep ini dapat dengan mudah diperoleh di lingkungan sekitar kita.

1. Resep Asupan Makanan untuk Penderita Gula Darah Tinggi
Bahan yang dibutuhkan adalah air putih dan kacang hijau.
Sebelumnya rendam kacang hijau dengan air secukupnya, kemudian didiamkan selama beberapa saat    sampai lunak. Kemudian rebus kacang hijau yang telah direndam dan tambahkan air secukupnya (disesuaikan dengan jumlah kacang hijau yang dipakai). Tunggu sampai air rebusan tinggal separuh, kemudian angkat. Saring air rebusan untuk diambil sarinya, sari kacang hijau siap dihidangkan.
(karena Ibu dosen tidak menyampaikan ukuran bahan yang digunakan, jadi ya dikira-kira sendiri aja ya.. intinya kita bikin sari kacang hijau).

Mengapa Kacang Hijau?
Manfaat Kacang hijau untuk tubuh adalah sebagai sumber protein, karbohidrat komplek dan vitamin B. Kacang hijau juga dapat menurunkan kolesterol karena kaya serat. Studi menunjukkan bahwa serat yang tinggi mencegah gula darah naik terlalu cepat setelah makan, sehingga baik untuk penderita diabetes (gula darah tinggi).
Sumber: http://www.doktergaul.com/blog/manfaat-kacang-hijau-untuk-tubuh/2402.html

Apabila Anda menderita kolesterol tinggi maka Anda bisa menguranginya dengan mengkonsumsi kacang hijau setiap hari. Kacang hijau adalah makanan rendah kolesterol dan banyak mengandung serat yang mudah larut. Serat ini mengacu pada beberapa partikel makanan yang sulit dicerna. Serat makanan terdiri dari 2 macam: dapat larut dan tidak larut. Serat yang tidak larut membantu menormalkan buang air besar namun tidak banyak membantu dalam menurunkan tekanan darah. Serat yang mudah larut apabila dicampur dengan air di dalam saluran pencernaan akan membentuk bahan sepert jelly yang pada gilirannya membantu mendukung fungsi-fungsi penting tubuh.

Makanan yang kaya akan serat mudah larut diketahui dapat menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dengan cara meningkatkan produksi penyerap LDL yang berfungsi untuk menghilangkan kelebihan kolesterol LDL dalam darah. Sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi 10 sampai dengan 25 gram serat mudah larut tiap hari untuk mengurangi jumlah kolesterol LDL. Satu cangkir kacang hijau mengandung 1,9 gram dari total jumlah serat mudah larut yang dianjurkan untuk dikonsumsi. Kacang hijau dapat dikombinasikan dengan makanan berserat lainnya guna mengurangi kadar kolesterol LDL lebih lanjut.
Sumber: http://es-campur.com/front/index.php/artikel-kesehatan/71-5-manfaat-kesehatan-dari-kacang-hijau

2. Resep untuk Meredakan Batuk
Bahan yang dibutuhkan adalah air putih, 3 lembar daun salam, 3 siung bawang putih dan jahe secukupnya. Sebelumnya bersihkan bahan-bahan yang akan digunakan. Potong-potong bahan menjadi beberapa bagian, bisa juga dengan cara dimemarkan untuk bawang dan jahenya. Kemudian rebus bahan-bahan dalam air, tunggu sampai mendidih hingga air yang tersisa separuhnya. Kemudian, saring air rebusan dan siap untuk dinikmati. Ini resep dari salah satu Ibu dosen yang memberikan resepnya ke Bapak pembimbingku yang sedang sakit batuk.

Resep yang lain:
Jahe sangat ampuh untuk menghangatkan tubuh dan meredakan batuk.
Bakar15 gram jahe selama 15 menit kemudian dimemarkan. Seduh dengan 1 gelas air panas dan tambahkan 1 sendok makan madu. Minum setelah diaduk rata.
Sumber: https://www.facebook.com/LizzarniOnMove/posts/508087142608283?stream_ref=10

Mengapa Jahe?  
Sebagaimana diketahui bahwa Jahe mengandung zat anti-bakteri yang baik. Jahe juga bisa menghangatkan tubuh dan mengobati batuk berdahak. Anda yang sedang mengalami batuk berdahak sangat dianjurkan untuk meminum sari Jahe hangat minimal sehari sekali. Cara pembuatannya pun sangat mudah yakni dengan mengiris Jahe dan Kencur, kemudian direbus dan diambil air perasannya. Air perasannya itulah yang diminum.
Sumber: http://www.deherba.com/mengatasi-batuk-berdahak-dengan-pengobatan-tradisional.html

Selamat mencoba, semoga bermanfaat. ^_^